Kisah Pengamal Shalawat Pergi Haji

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 3 September 2017 18:02
Kisah Pengamal Shalawat Pergi Haji
Apa yang dialami pria ini bisa menjadi teladan bagi kita agar istiqomah.

Dream - Berhaji memang merupakan kewajiban bagi Muslim yang mampu. Namun demikian, bisa berangkat ke Tanah Suci juga bukan perkara mudah bagi sebagian besar orang.

Seperti kisah Yazid, warga Todipan, Solo, Jawa Tengah. Dia sungguh ingin berhaji bersama istrinya, namun tidak punya ongkos.

Yazid menempuh segala usaha untuk bisa mengumpulkan biaya berangkat ke Tanah Suci. Satu-satunya harapan adalah tanah miliknya.

Dia pun menawarkan tanah itu ke sejumlah orang, namun tidak ada yang tertarik. Sebenarnya, Yazid hanya butuh uang sekitar Rp70 juta.

Dia akhirnya menawarkan tanah itu ke seorag kiai setempat, Kiai Muid namanya. Sayangnya, Sang Kiai tidak bisa membantu lantaran dia harus membiayai haji anaknya.

Kiai Muid hanya bisa memberikan wejangan berupa lafal sholawat. Dia meminta Yazid mengamalkan sholawat itu satu kali setelah sholat Isya, dan 40 kali setiap malam Jumat.

Yazid pun pulang sembari membawa pesan sang Kiai. Dia sampaikan pesan itu kepada istrinya, yang lantas menawarkan diri untuk mengamalkannya.

Akhirnya, amalan itu dijalankan oleh Yazid dan istrinya. Tetapi, ibunda Yazid juga turut mengamalkan sholawat tersebut.

Selanjutnya...

Beri Komentar