Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kaligrafi Rasulullah Muhammad SAW (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah Muhammad SAW menjadi rujukan bagi umat Islam. Karena itu, tidak mengherankan jika Rasulullah SAW menjadi tempat para sahabat bertanya.
Pertanyaannya terbentang luas, mulai dari urusan sosial hingga urusan rumah tangga. Tidak jarang, Rasulullah SAW memberikan jawaban berbeda untuk satu pertanyaan yang sama.
Dalam kitab Musnad Imam Ahmad, disebutkan riwayat Rasulullah mendapat pertanyaan mengenai ciuman saat berpuasa. Riwayat tersebut didapatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash.
Suatu hari, ada pemuda datang kepada Rasulullah SAW. Dia lalu bertanya kepada Rasulullah mengenai boleh tidaknya mencium istri saat berpuasa.
Rasulullah seketika menjawabnya dengan tegas, " Tidak boleh."
Beberapa saat setelah pemuda itu pergi, Rasulullah kedatangan sahabat yang usianya sudah tua. Sahabat itu menanyakan hal yang sama dengan pemuda tadi, yaitu mencium istri saat puasa.
Tetapi, kali ini jawaban Rasulullah SAW berbeda. Rasulullah membolehkan sahabat itu mencium istrinya ketika sedang berpuasa.
Para sahabat yang saat itu berada di sekitar Rasulullah menjadi kebingungan. Mereka heran dan saling tatap satu dengan lainnya.
" Aku tahu mengapa kalian saling tatap. Ketahuilah, sungguh orang tua itu lebih bisa menguasai diri (nafsunya)," ucap Rasulullah.
Para sahabat paham dengan jawaban Rasulullah yang berbeda atas pertanyaan yang sama. Pemuda itu dilarang mencium istrinya karena Rasulullah tahu dia tidak akan bisa mengendalikan nafsunya.
Jika dibolehkan, dikhawatirkan pemuda itu melanjutkan tingkahnya menjadi hubungan intim dengan istrinya. Padahal, dia sedang berpuasa.
Sedangkan sahabat tua dibolehkan karena Rasulullah tahu pria itu bisa mengendalikan diri. Tidak ada kekhawatiran sahabat tua itu tergoda untuk melakukan hubungan intim dengan istrinya ketika berpuasa.
(Sah, Sumber: NU Online)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya