Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tak seperti atlet bulutangkis pada umumnya, Hanri Yustanto punya kelebihan. Hanri memiliki bobot 140 kilogram.
Meski secara fisik tak ideal, pemilik akun Youtube Big Badminton itu memiliki permainan ciamik.
Gaya itu dia buktikan dengan dua torehan prestasi, Juara 3 Ganda Dewasa Putra Pengairan Open, Samarinda 2013 dan Juara 3 Ganda Dewasa Putra, Kejuaraan Kota, Samarinda 2017.
Baru-baru ini, Hanri mendapat kesempatan langka. Saat diundang di acara Hitam Putih Trans TV, Hanri berkesempatan beradu back hand dengan juara dunia ganda putera, Kevin Sanjaya.

Pertandingan antara Kevin Sanjaya dan Hanri Yustanto (Sumber: Youtube/Trans7 Official)
Dalam acara yang dipandu Deddy Corbuzier itu, menampilkan permainan prima menghadapi Kevin. Tetapi, pukulan-pukulan ciamik Hanri rupanya tak mampu mengalahkan Kevin.
Hanri beberapa kali melakukan kesalahan. Beberapa pukulannya terhalang di jaring.
Hanri kalah dalam perolehan poin melawan Kevin. Meski mengalami kekalahan, Di akun Instagram pribadinya, @yonglee15, Hanri mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertemu dengan idolanya.
" Gila-gila, nggak pernah menyangka bisa ketemu idola," ujar Hanri.
Dalam beberapa video yang dia unggah di kanal Youtube miliknya, Hanri menyuguhkan beberapa video latihan dan pertandingan.
Salah satu keistimewaan Hanri yaitu kemampuannya mengembalikan kok dengan ciamik. Tangannya mampu membuat laju kok mengecoh lawannya.
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pertandingan bulu tangkis antara dia dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah bukan sekadar pertandingan biasa. Jokowi menyebut pertandingan itu bagian dari diplomasi.
" Ya, persahabatan antarnegara ini tidak selalu dilakukan dalam sebuah forum yang formal saja, ada yang namanya soft diplomacy, dan memang saya tahu Sultan Hassanal Bolkiah itu hobinya badminton," ucap Jokowi, dikutip Dream dari laman Setkab, Jumat, 4 Mei 2018.
Hasil dari diplomasi lembut itu, kata Jokowi, sudah memasuki proses pembelian.
" Memang tadi sudah kita perintah untuk juga segera diproses mengenai pembelian yang ada di Pindad. Baik berupa senjata maupun anoa, tank anoa," ujar Jokowi.
Selain alat tempur dan senjata, Jokowi sempat menawarkan kapal. Tetapi, Hassanal tampaknya masih berhitung terlebih dahulu.
" Kita juga menyampaikan untuk membeli pesawat CN, juga beliau menyampaikan masih dihitung-hitung dulu. Tadi sudah langsung dipanggil menterinya," kata Jokowi.
Jokowi bertanding bulu tangkis dengan Hassanal di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018. Pada pertandingan ganda putera itu, Jokowi berpasangan degnan Alan Budi Kusuma dan Hassanal Bolkiah dengan Hendry Saputra. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya