Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemandangan tak biasa terlihat pada sebuah restoran di kamp pengungsia Jabaliya, Gaza, Palestina. Di depan depot makan itu, terpampang foto pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.
Poster itu juga memuat gambar bendera Korut dan Palestina. Sebuah pengumuman diskon 80 persen untuk warga Korut juga tertera di sana. Aneh mamang, sebab tak ada warga Korut berada di Gaza.
Namun ternnyata, poster itu merubakan bentuk ucapan terima kasih warga Palestina kepada Kim Jong Un yang telah membela Palestina dan mengutuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
" Kami berterima kasih untuk kecaman itu," kata salah satu pemilik restoran, Rami Raba, dikutip Newsweek, Senin kemarin. Dia mengatakan, poster itu hanya simbol untuk menunjukkan bahwa ada sosok kuat di dunia membela dan berkata " tidak" pada AS.

Pada Rabu 6 Desember, Trump memang mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia berencana memindah kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke kota suci tiga agama tersebut. Pengakuan ini menuai protes dunia, terutama dari umat Muslim di penjuru Bumi.
Bagi Raba, keputusan Trump merupakan penganiayaan terhadap Palestina. " Kami mencari martabat, bukan untuk uang, itulah mengapa kamu memasang poster ini."
Korea Utara memang turut mengeluarkan kutukan terhadap kebijakan Trump. Mereka menyebut Trump dengan panggilan 'dotard' yang menunjukkan jati diri AS dengan mengabaikan pendapat komunitas internasional.
" Kami, di luar gagasan eksternal kami tentang kemerdekaan, perdamaian, dan persahabatan, mengutuk aksi AS saat ini dan menyatakan dukungan dan solidaritas kami kepada orang-orang Palestina dan orang-orang Arab lainnya karena alasan mereka untuk mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah," demikian pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut, sebagaimana dikutip KCNA.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya