Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Eks Kasad Jenderal TNI Mulyono (Foto: Merdeka.com)
Dream - Buah tak jatuh dari pohonnya. Frasa ini yang berlaku bagi anak eks KSAD Jenderal (Purn) TNI Mulyono. Putra ke duanya mengikuti jejak sang ayah masuk ke akademi militer, namun ada kisah menarik di belakangnya.
Dalam video unggahan kanal YouTube Gultom82, Mulyono membeberkan kisah anaknya yang masuk akmil murni tanpa bantuannya.
" Saya punya anak nomor dua, dia mau masuk bukan karena saya. Dia saya gembleng habis-habisan, dari mulai dia renang tidak bisa. Dari dia kalau saya ajak lari dapat satu kilo 'Pa, sakit pa sebentar. Pulang' dan sebagainya. Tapi begitu dia enam bulan menjelang dia lulus, saya tanya 'kamu masuk taruna atau tidak?'," ungkap Mulyono.
Mulyono mengaku melatih sendiri sang anak, mulai dari berenang hingga lari.

" Begitu dia ngomong 'Saya ingin masuk Taruna', mulai saat itu di belakang rumah saya kasih. Setiap minggu saya ajak lari, renang saya latih. Saya latih sendiri, saya siapkan sendiri," sambungnya.
Saking jujurnya, sang jenderal menyuruh anaknya mengikuti tes tanpa bantuan dirinya. Ia tidak mau sang anak diloloskan hanya karena dirinya ditugaskan di Pangdam Jaya.
" Anak saya murni lulus nomor 42, bukan karena saya," jelasnya.
" Saya Pangdam Jaya, kamu (anak) enggak boleh daftar sini. Kamu daftar di Bandung, daftar di sana enggak ada yang ikuti. Kamu renang sendiri, berarti tesnya di Brigif 15 di Cimahi. Kamu coba renang di sana sendiri bisa," ungkapnya.
Sang jenderal menegaskan, jika ada seseorang datang menghadap dirinya dan meminta bantuan untuk diloloskan ke Akademi Militer, secara tegas ia akan menolak.
" Jadi saya kalau ada orang menghadap saya 'Pak minta izin titip anak saya mau di Taruna', siapkan dengan baik. Yang bikin lulus bukan saya, tapi anak. Saya tidak bisa meluluskan orang yang tidak lulus, berdosa saya. Saya disumpah," tutupnya.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam