Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Gadis Keturunan Kairo Mesir Tinggal Di Gubuk Bersama Sang Ibu (Youtube Petualangan Alam Desaku)
Dream - Kisah Fatma mencuri perhatian banyak orang. Gadis cantik keturunan Mesir ini tinggal di gubuk bersama sang ibu di kaki Gunung Capunagara, Subang, Jawa Barat.
Ibunya merupakan orang Indonesia. Fatma punya wajah cantik khas Timur Tengah, yang diturunkan oleh sang ayah yang berasal dari Mesir.
Uniknya, gadis bernama lengkap Fatma Muhammad Muhtar Muhammad Ali Muhammad ini bercita-cita menjadi tentara. Ia mengaku tak patah semangat meski hidup dengan kondisi serba kekurangan setelah ditinggal sang ayah.
Sang ibu mengaku menikah dengan orang Kairo saat bekerja di Kuwait. Namun karena suatu permasalahan, ia dan suami berpisah.
Ia terpaksa pulang ke Indonesia dan membawa sang anak yang dilahirkannya di Kuwait.
" Ada permasalahan saya nya tidak di bawa ke Kairo oleh mertua terus dideportasi dan anak ini saya bawa pulang, lahir di Kuwait," ujar sang ibu dikutip dari channel YouTube Petualangan Alam Desaku.
Selama mereka berada di Indonesia, sang suami hanya sekali menelpon. Selama14 tahun sejak telepon tersebut, ayah Fatma sudah tidak ada kontak dan kabar lagi.

" Dari pulang ke Indonesia baru sekali telepon ayahnya, sekarang sudah gak ada kontak lagi. Selama saya di sini juga gak ada kabar berita," ungkap ibu Fatma.
Untuk menghidupi keluarga, sang ibu rela bekerja menjadi ibu di kebun. Alhasil, Fatma dan ibunya harus hidup dengan kondisi serba kekurangan.
Meski hidup di desa dan tinggal di gubuk, Fatma tak patah semangat untuk bermimpi. Gadis keturunan Kairo ini mengaku bercita-cita ingin menjadi seorang Kowad atau tentara.
Fatma mengaku menjadi tentara adalah cita-cita sejak kecil. Ia merasa kondisi keluarganya yang serba kekurangan tidak mematahkan semangatnya untuk meraih cita-cita.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam