Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Dream.co.id/Syahid
Dream - Mendengar kata marbot yang pertama kali terbayang di kepala adalah sosok pria yang sehar-hari bertugas melayani jemaah di masjid. Meski terlihat sepele, namun siapa sangka jika Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan orang-orang dengan profesi tersebut.
Di zaman Nabi bahkan seorang marbot tidak hanya berasal dari kalangan laki-laki. Dikisahkan terdapat seorang marbot perempuan yang bertugas mengurus masjid Nabawi bernama Ummu Mahjan.
Meski usianya sudah renta, Ummu Mahjan kala itu dikenal sebagai sosok yang istiqomah membersihkan masjid Nabawi setiap hari.
Rasulullah sangat menghormati perempuan ini. Bahkan ketika Ummu Mahjan meninggal dunia, Nabi sempat marah karena tak diberi tahu oleh para sahabat.
Dalam riwayat yang tercantum dalam kitab Sahih Al-Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa di masa Nabi Muhammad SAW ada seorang perempuan yang bertugas mengurus masjid Nabawi. Orang-Orang biasa memanggilnya Ummu Mahjan.
Ketika Ummu Mahjan sakit, Rasulullah pernah berpesan kepada sahabatnya beliau ingin menyaksikan langsung dan menyolatkan Ummu Mahjan ketika meninggal dunia.
" Apabila ia meninggal dunia, maka jangan kuburkan ia sebelum aku menyalatkannya" .
Ketika Ummu Mahjan wafat karena sakit, para sahabat saat itu langsung mendatangi kediaman Rasulullah selepas sholat isya. Namun para sahabat menemukan Rasululllah sedang tidur. Tak ingin membangunkan manusia pilihan dari tidurnya, para sahabat mengurungkan niatnyamemberi tahu Rasulullah perihal meninggalnya Ummu Majah.
Para sahabat akhirnya bersepakat untuk menguburkan Ummu Mahjan di daerah Baqi al-Gharqad.
Setelah beberapa hari berlalu, Rasulullah menyadari bahwa Ummu Mahjan tak lagi terlihat di Masjid Nabawi. Rasulullah lantas menanyakan keberadaan perempuan tersebut kepada para sahabat.
Rasulullah akhirnya mengetahui Ummu Mahjan telah wafat dari informasi para sahabat. Ketika mendengar kabar tersebut, Rasulullah terlihat marah. Para sahabat lalu mengantar Rasulullah menuju makam Ummu Mahjan. Setelah sampai, Rasulullah lalu berdiri di dekat makamnya dan melaksanakan sholat gaib.
Sholat gaib yang dilakukan Rasulullah menunjukkan bahwa ia sangat menghormati orang-orang yang mengurus masjid alias marbot.
Rasulullah rela datang ke makam Ummu Mahjan dengan berjalan kaki demi menyolati dan mendoakannya, karena keistiqomahan dan keikhlasannya membersihkan rumah Allah.
Tak sembarang orang dapat disholati oleh Rasulullah SAW. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah SWT melarang Nabi untuk menyolati orang munafik dan orang yang bunuh diri.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam