Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Untuk mengakhiri penderitaan anaknya, seorang ibu di London minta pengadilan untuk mematikannya secara 'legal'.
Sang anak bernama Nancy lahir buta dengan tiga penyakit berat menyertainya, yakni hidrosefalus, meningtis dan keracunan darah.
Dengan kata lain, dia tidak bisa berjalan, berbicara, makan atau minum. Tidak itu saja, dia sering berteriak-teriak kesakitan meski sudah disuntik morfin dan ketamin.
Tak seorang ibu pun yang tega menyaksikan anaknya dalam kondisi tersebut. Termasuk Charlotte Fitzmaurice yang dengan hati pedih minta pengadilan tinggi untuk memberikan apa yang paling dibutuhkan putrinya yang masih 12 tahun itu.

Fitzmaurice mendesak pengadilan tinggi untuk mengakhiri penderitaan putrinya sehingga bisa menemukan kedamaian.
Kualitas hidup Nancy begitu buruk sehingga dia harus bergantung 24 jam penuh pada rumah sakit. Dia diberi makan, minum dan obat melalui selang.
Selain kesehatan yang buruk, dia juga sering berteriak-teriak kesakitan meski disuntik obat penenang. Bagi Fitzmaurice, penderitaan melihat putrinya menderita seperti itu sangat berat untuk ditanggung.
Jadi setelah 12 tahun bertahan dalam kesedihan, Fitzmaurice mengajukan peninjauan untuk memperjuangkan hak putrinya untuk mati.
Surat yang dikirimkan ke pengadilan dibaca Hakim Eleanor King pada Agustus lalu. Dalam surat itu, Fitzmaurice menjelaskan semua alasan kenapa putrinya itu berhak untuk meninggal.
" Dia seperti bukan anakku, dia seperti sebuah tempurung," katanya.
" Cahaya kehidupan sudah hilang dari matanya diganti dengan ketakutan dan keinginan untuk mendapat kedamaian."
" Hari ini aku atas nama Nancy percaya dia sudah cukup menderita dan itu membuat hatiku hancur."
Dalam sebuah keputusan yang berat, Hakim King akhirnya menyetujui permintaan Fitzmaurice.
Nancy akhirnya meninggal 14 hari kemudian di Great Ormond Street, London dengan dikelilingi keluarganya saat seluruh penopang hidupnya dicabut satu-persatu.
Keputusan Hakim King mendapat dukungan dari para dokter di rumah sakit khusus anak tersebut. Tapi mereka keberatan dengan kata hak untuk mati.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya