Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pribadi Rasulullah Muhammad SAW penuh dengan kelembutan dan kesopanan. Rasulullah pun bukan sosok yang suka dengan kekerasan.
Meski begitu, Rasulullah memiliki sikap yang tegas. Ketegasan itu tampak tatkala Rasulullah diminta untuk mengadili perbuatan kejahatan.
Pernah suatu ketika, ada seorang wanita bangsawan Bani Makhzum melakukan pencurian. Bagi suku Quraish, hal itu tentu sebuah aib.
Tetapi, lantaran perempuan itu termasuk bangsawan, mereka enggan menjatuhkan hukuman. Ini lantaran kaum bangsawan memiliki kedudukan tinggi, sehingga tidak layak dijatuhi hukuman.
© Dream
Akibat perkara ini, yang jelas telah membuat malu bangsa Quraish, banyak yang enggan melaporkannya kepada Rasulullah. Akhirnya beberapa orang di antara mereka menemui Usamah bin Zaid, yang merupakan orang dekat Rasulullah.
Usamah merupakan anak dari Zaid bin Haritsah, budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah. Semenjak merdeka, Zaid dan keluarganya memutuskan menjadi pelayan setia Rasulullah Muhammad SAW.
Kepada Usamah, beberapa orang Quraish meminta agar pemuda itu membujuk Rasulullah. Tujuannya, Rasulullah berkenan memberikan hukuman yang ringan para perempuan pencuri tersebut.
Usamah lalu mengantarkan si pelaku menghadap Rasulullah. Melihat gelagat Usamah, wajah Rasulullah memerah.
" Engkau mau meminta keringanan hukum Allah?" kata Rasulullah kepada Usamah.
© Dream
Melihat Rasulullah marah, Usamah langsung menyesal.
" Mintakan ampun atas dosaku, wahai Rasulullah!" kata Usamah.
Sore hari usai pertemuan itu, Rasulullah menemui khalayak ramai. Di hadapan mereka, Rasulullah berkata,
" Sungguh orang-orang sebelum kalian hancur lantaran apabila ada bangsawan mencuri, dibiarkan, sementara apabila ada kaum lemah mencuri, dihukum. Demi Allah, seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya."
Perempuan itu akhirnya menerima hukuman potong tangan. Ternyata dia meminjam uang orang lain, tetapi saat diminta, dia tidak mengakui.
Kisah ini terekam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya