Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ferdike Yunuri Nadya/ Dream.co.id
Dream - Wastra Nusantara atau kain tradisional menjadi salah satu kekayaan budaya peninggalan turun menurun leluhur Indonesia. Setiap kain tradisional ini memiliki nilai-nilai filosofis yang agung dan luhur, sehingga sangat penting untuk menjaganya.
Memakai kain wastra dalam kegiatan sehari-hari bukan lagi hal yang kuno. Kain wastra kini telah dibalut dengan potongan yang apik dan tampak kekinian.
Salah satu desainer yang memadukan kain wastra dan potongan masa kini adalah Oscar Lawalata atau sekarang akrab disapa Asha Smara Darra.

Asha menampilkan berbagai potongan yang bisa digunakan sehari hari dengan menggunakan kain wastra pada koleksi terbarunya ‘Ikat Suara dari Timur’ yang diperagakan pada peragaan busana Senja di Sarinah, Kamis 14 Juli 2022.

Pada salah satu tampilan, tampak blazer berwarna biru dengan sentuhan tenun benan putih. Blazer tenun ini dipadukan dengan dress selutut dengan sentuhan rempel pada bagian bawahnya.

Asha juga tidak ragu memakai full bahan tenun pada satu mini dress. Kain tenun berwarna almond dipadukan dengan benang navy yang membentuk lurik dan ombak.
Berpola minimalis dress tenun ini tampak apik dengan sentuhan belt tenun.

Warna-warna earth tone dibawa pada koleksi Ikat Suara dari Timur ini. Warna coklat, beige, terracotta, green sage, pistachio, merah marun hadir pada koleksi ini.
Sang desainer pun tak ragu memadukan warna gelap dan terang yang membuat busana tampak lebih hidup.

Potongan yang diadopsi pada koleksi ini adalah dress a line, kimono, shanghai collar, blazer, kemben, kemeja dan rok.

Senja di Sarinah ini juga menampilkan peragaan dari para wanita yang akrab disapa Srikandi BUMN. Mereka tampak menawan dengan kain wastra yang dibalut menjadi dress, atasan, rok maupun celana.
Tak hanya peragaan busana, acara ini juga memperkenalkan jingle terbaru Sarinah dan trailer film Mbok dan Bung. Film ini mengisahkan tentang pengasuh Ir. Soekarno yang bernama Mbok Sarinah.
Mbok Sarinah menjadi sosok yang mengajarkan sang presiden pertama Indonesia ini untuk tetap memerhatikan rakyat kecil. Nama Mbok Sarinah pun dijadikan nama gedung Sarinah yang menjadi tempat menjual produk lokal Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang