Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lembah Para Raja, Mesir (Sumber: Overlandingafrica.wordpress.com)
Dream - Ada satu tempat di Mesir yang menjadi 'magnet' bagi para wisatawan dunia. Tempat itu bernama Valley of the Kings yang berarti 'Lembah Para Raja', atau dikenal pula dengan sebutan Gerbang Para Raja (Gate of the Kings).
Lembah Para Raja adalah sebuah lembah tempat para Firaun dimakamkan. Selain Firaun, orang-orang yang dianggap memiliki cukup kekayaan dan kekuasaan kala itu dapat pula dimakamkan di tempat ini.
Lembah ini terletak di sepanjang tepi barat sungai Nil, tepat di seberang Thebes atau yang kini dikenal sebagai Luxor. Lembah para raja terbagi menjadi dua, yakni lembah timur dan lembah barat.
Kepopuleran lembah ini dimulai sejak ditemukannya makam Firaun Tutankhamen, Raja Mesir kuno yang tersohor dengan legenda kutukannya.
Area Lembah Para Raja memiliki satu bukit yang tampak dominan. Bukit ini disebut sebagai 'puncak' dan diperkirakan merupakan pemicu munculnya ide tentang piramida pada periode Kerajaan Lama di Mesir.
Sebelum era piramida, Mesir kuno merupakan bangsa yang terpecah belah dan tidak memiliki penguasa tunggal. Setelah dapat dipersatukan, raja yang berkuasa kala itu ingin memamerkan kekuatan mereka. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan membangun monumen yang bisa menjadi simbol kehebatan mereka, seperti piramida.
Di kawasan Lembah Para Raja juga terdapat sebuah desa kecil yang bernama Deir el-Madinah. Desa ini dulunya merupakan tempat tinggal golongan pekerja dan rakyat jelata. Deir el-Medina kini menjadi lokasi wisata yang menarik minat banyak pengunjung.
Lembah Para Raja memiliki sekitar 63 makam yang dua di antaranya diketahui sebagai makam Firaun Thutmose I dan Ramses X. Sayangnya, setelah bertahun-tahun ditelusuri, hanya 16 dari 63 makam yang bisa ditemukan.
Makam-makam yang tidak ditemukan diduga telah dijarah atau dirusak oleh pencuri. Kini, ke-16 makam tersebut terbuka untuk kunjungan turis.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya