Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Falen Mariar (Foto: YouTube TNI AD)
Dream - Raihlah mimpi setinggi langit. Kata-kata tersebut kerap kali didengar dalam hidup, apalagi bagi mereka yang berambisi meraih mimpi. Begitu pula dengan Falen Mariar, siswa Secaba Rindam Jaya.
Putra asli Papua ini memiliki banyak pengalaman hidup yang mengesankan, mulai dari pemain bola hingga menjadi prajurit TNI. Falen kejar itu semua.
Usaha dan kerja kerasnya lantas berbuah manis. Penasaran dengan kisah hidup prajurit TNI satu ini? Berikut kisah Falen Mariar mengejar mimpi.
Kegemarannya dengan sepak bola membawa Falen Mariar menuju kemenangan. Setelah melewati pertandingan serta seleksi yang cukup panjang, dia berhasil lolos menjadi pemain AC Milan Junior.

" Kami seleksi ada 1500 orang hanya untuk mencari 18 orang yang terbaik untuk mewakili Indonesia ke Italia. Nah setelah itu saya juga tidak tahu, dengan percaya diri saya tidak tahu kalau saya ikut AC Milan ini. Sekian banyak orang ini, saya mungkin paling ya dibilang paling pendek," kata Falen Mariar, siswa Secaba Rindam Jaya.
" Ah, tapi apa yang Tuhan kasih untuk saya, saya keluarkan semua kan di setiap pertandingan. Ternyata pas pengumuman hari ke-3 di Bali saya lolos jadi 8 orang terbaik di kirim ke Jakarta lagi. Dari setiap Indonesia dikumpulkan semua jadi satu lagi, menjadi 500 orang," sambungnya.
Akan tetapi, cobaan datang saat dirinya hendak berangkat menuju Italia.
Sang ayah menghembuskan napas terakhir saat malam pengumuman terakhir. Meski begitu, Falen tetap melanjutkan keberangkatannya demi amanah terakhir ayahnya.
" 18 pas malamnya pengumuman terakhir untuk mau berangkat pembagian tiket untuk ke luar negeri, pas orang tua meninggal," ungkapnya.

" Tanya Bapak sebelum meninggal ada penyampaian kata terakhir. Dia bilang harus lanjut saja biar nanti dengan sepak bola bisa lihat adik-adik. Ya sudah dari situ saya berpikir dewasa saya biar lanjutkan saja. Sampai saya pas pembagian tiket malam, paginya berangkat, cuma dengan doa dan air mata saja saya melangkah menuju negara luar," lanjutnya.
" Setelah dari situ, saya balik dari sana (Italia) langsung ke Papua disambut oleh keluarga. Langsung menuju makamnya Bapak, tapi cuma kuburannya saja. Balik dari sana pesan-pesan Bapak semua saya pegang. Jadi saya bilang, biar nanti saya jadi tulang punggung untuk keluarga," katanya.
Usai kesuksesannya di Italia, Falen kembali ke Indonesia. Sempat bermain sepak bola lagi, Falen akhirnya memutuskan untuk menemani keluarga di Papua.
Saat itulah, Falen mengingat kembali cita-cita masa kecilnya. Dia ingin menjadi seorang prajurit TNI.

" Sebenarnya cita-cita saya itu mau jadi tentara. Karena waktu kecil saya lihat tentara itu pas masuk di komplek kan, waktu itu ada cari orang itu, masuk di komplek mukanya (tentara) beuh. Jadi saya takut, menangis saya pas lihat tentara itu pakai senjata kan baru Kokang kan. Jadi saya takut dari situ langsung lari menangis. Makanya dari situ saya tanamkan itu semua tujuan saya harus jadi tentara," paparnya.
" Pas main bola, teman-teman saya yang main bola sekarang sudah jadi Anggota TNI PK 27 (Bintara TNI AD Angkatan Tahun 2020) dan PK 26 (Bintara TNI AD Angkatan Tahun 2019). Jadi tujuan saya bilang harus PK 28 (Bintara TNI AD Angkatan Tahun 2021) ini saya harus, nama saya harus keluar dari PS TNI," paparnya.
Pengorbanan dan perjuangan yang dilalui Falen tidak mudah.

Sempat tidak mendapat restu dari ibu, Falen mampu membuktikan jika dirinya mampu. Dia juga berjanji untuk tidak melupakan dan jauh dari keluarga. Ucap syukur pun tak henti-hentinya keluar dari bibir Falen Mariar.
" Tanpa orang tua tidak mungkin saya bisa pakai baju loreng ini. Ya Sudah Puji Tuhan saya bisa pakai baju loreng. Sampai saat ini bisa mengikuti pendidikan di Rindam Jaya," tutupnya.
Berikut video mantan pemain AC Milan Junior kejar mimpi menjadi prajurit TNI:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya