Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Marsudin, Guru Mengaji Di Bali (kitabisa.com)
Dream - Mengabdikan diri sebagai guru mengaji selama puluhan tahun tanpa mau digaji membuat Marsudin menjadi sosok panutan. Hampir 40 tahun Marsudin menjadi guru mengaji Alquran di pelosok Bali. Selama itu pula ia tidak mau diupah.
Dia mengajar warga mengaji dengan ikhlas tanpa ada pikiran ingin mendapatkan materi.
Tak hanya itu, setiap hari Marsudin harus menempuh medan yang berat agar bisa menemui para muridnya untuk mengajar mengaji.
Marsudin harus berjalan cukup jauh melintasi sungai besar yang kapan saja bisa meluap menghanyutkan tubuhnya. Sungai tersebut merupakan jalur lahar Gunung Agung.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, Marsudin memilih berjualan kangkung.
Tak kenal lelah tiap hari mencari kangkung, uang hasil penjualan sayuran itu diupayakannya dengan keras oleh Marsudin. Maklum uangnya akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari,
" Semua ia lakukan dengan ikhlas sambil terus berikhtiar. Sehari Ust. hanya mendapatkan 20 ribu dari hasil menjual kangkung. Itu pun jika kangkungnya sedang musim panen," dikutip dari website kitabisa.com, Senin 11 April 2022.
Jika tak menerima hasil dari berjualan kangkung, ia akan menjemur sisa nasinya dan sisa nasi milik tetangga. Kemudian menjualnya ke orang yang mencari bahan pakan dan kerupuk.
" Sekilonya dihargai Rp2500," demikian keterann dalam website.
Meski hanya mendapat penghasilan dari berjualan kangkung, Marsudin tak pernah mengeluh. Baginya yang penting ada lauk untuknya dan keluarga yang bisa dimakan.
" Ustad juga terbiasa berpuasa atau bahkan makan nasi aking. Jika memang tak ada uang sepeserpun" .
Meski serba terbatas, Marsudin tidak pernah meminta sepersen pun upah dari ia mengajar mengaji.
Setelah lelah mencari kangkung, dia akan langsung bersiap mengajar para santri di desanya. Satu harapannya, dia ingin anak-anak di desanya mengenal dan menjalankan ajaran agama Islam dengan baik.
Laporan: Nabila Hanum
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan