Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Dua varian virus corona ternyata bisa menginfeksi satu orang secara bersamaan. Fakta itu terungkap setelah pasien lansia di Belgia dirawat di rumah sakit Kota Aalst.
Pasien wanita berusia 90 tahun tersebut belum menerima vaksin Covid-19 sama sekali. Semula, pasien yang tinggal sendirian itu dirawat di rumah, namun pada Maret silam dibawa ke RS OLV.
Saat dibawa ke rumah sakit, awalnya kondisi saturasinya cukup baik. Namun kondisi wanita itu memburuk dengan cepat hingga meninggal lima hari setelah masuk rumah sakit.
Tim medis pun melakukan pemeriksaan varian virus corona yang menginfeksi wanita itu. Pemeriksaan itu mengungkap bahwa sang pasien terinfeksi virus corona varian Alpha, yang berasal dadi Inggris, dan jenis Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.
Kedua varian itu memang menyebar di Belgia. Peneliti menyebut infeksi dua variak virus corona sekaligus itu merupakan fenomena yang langka.
" Kedua varian ini menyebar di Belgia, sehingga sepertinya wanita ini tertular dari dua orang yang berbeda," kata ahli biologi molekuler dari RS OLV, Anne Vankeerberghen, dikutip dari france24.com, Senin 12 Juli 2021.
" Sayangnya, kami tidak tahu bagaimana dia terinfeksi," lanjut Anne, yang memimpin penelitian terhadap kasus pasien wanita tersebut.
Anne menambahkan, sulit untuk menjelaskan kemungkinan bahwa kondisi lansia itu menurun drastis dalam waktu singkan akibat infeksi dua varian virus tersebut.
Penelitian, yang belum diserahkan ke jurnal medis untuk dipublikasikan, sedang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa.
Menurut Anne, belum ada kasus serupa yang dipublikasikan. Dia menambahkan, " fenomena ini mungkin disepelekan."
Anne menduga kasus seperti ini kurang mendapat perhatian mungkin karena pengujian terbatas untuk varian yang menjadi perhatian. Sehingga dia mengimbau peningkatan penggunaan pengujian PCR cepat untuk mendeteksi mutasi varian yang diketahui.
Pada Januari lalu, para ilmuwan di Brasil melaporkan bahwa dua orang telah terinfeksi dua jenis berbeda virus corona secara bersamaan, tetapi penelitian tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Lawrence Young, ahli virologi dan Profesor Onkologi Molekuler di Universitas Warwick, mengatakan, kasus terinfeksinya seseorang lebih dari satu jenis virus tidak mengejutkan.
" Studi ini menyoroti perlunya lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah infeksi dengan berbagai varian yang menjadi perhatian memengaruhi perjalanan klinis Covid-19 dan apakah ini dengan cara apa pun membahayakan kemanjuran vaksinasi," tambahnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya