BPOM Beri Sinyal Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 13 Juli 2021 19:01
BPOM Beri Sinyal Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Pfizer
Pfizer akan menjadi vaksin keenam yang digunakan di Indonesia.

Dream - Indonesia telah memiliki ratusan juta dosis vaksin Covid-19 dengan berbagai merek. Tetapi, Pfizer belum termasuk dalam daftar vaksin Covid-19 yang saat ini tersedia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan sinyal positif terkait penggunaan vaksin ini di Indonesia. Tidak lama lagi akan terbit izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Pfizer.

" Dalam waktu dekat juga akan sedang berproses vaksin Pfizer ya, Pfizer juga dalam waktu dekat akan keluar (EUA)," ujar Penny saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, disiarkan DPR RI.

Menurut Penny, Pfizer memiliki beberapa fasilitas produksi. Pihaknya menggunakan fasilitas produksi dua atau tiga sehingga izin bisa segera dikeluarkan.

" Dalam waktu secepatnya akan lebih dulu yang sudah lengkap data mutunya dari fasilitas produksi dua akan segera keluar Use Authorization-nya," kata Penny.

Sejauh ini, terang Penny, BPOM telah mengeluarkan EUA untuk lima merek vaksin. Sedangkan Pfizer akan menjadi vaksin keenam yang dipakai di Indonesia untuk penanganan Covid-19.

" Menambah pada 5 yang saat ini sudah diberikan Emergency Use Authorization, Moderna ya yang terakhir yang tadi sudah disampaikan oleh Bapak Menteri Kesehatan penggunaannya," kata dia.

1 dari 4 halaman

Dapat Vaksin Sinopharm dari UEA, Menkes: Tidak Akan Dijual Kimia Farma

Dream - Indonesia mendapatkan bantuan vaksin dari sejumlah negara, salah satunya Uni Emirat Arab (UEA) yang memberikan vaksin Sinopharm.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan, vaksin dengan jumlah total 750 ribu dosis tersebut merupakan hibah pribadi. Dia menegaskan, vaksin tersebut tidak akan dijual oleh Kimia Farma.

" Saya ingin memastikan di sini bahwa 500 ribu Sinopharm dan akan tambah lagi 250 ribu hibah pribadi Raja UEA ke Presiden Jokowi, tidak akan dijual oleh Kimia Farma," ujar Budi dalam rapat kerja daring dengan Komisi IX, disiarkan kanal DPR RI.

Budi juga menyatakan vaksin tersebut disimpan Kementerian Kesehatan dan akan disalurkan secara hati-hati. Dia juga menerangkan, awalnya vaksin ini akan digunakan untuk calon jemaah haji sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

" Vaksin ini tadinya mau dipakai untuk haji supaya cepat. Pak Presiden bilang 'sudah jangan dikasih ke mana-mana, disiapkan untuk haji'," kata dia.

2 dari 4 halaman

Diberikan Kepada Difabel

Tetapi, belakangan pemberangkatan jemaah haji tahun ini ditiadakan. Akhirnya vaksin tersebut dialihkan untuk para difabel.

" Ini diberikan sebagai jatah pribadi Bapak Presiden ke difabel-difabel yang ada di zona-zona merah," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah membuka opsi Vaksinasi Gotong Rotong Individu atau Vaksinasi Berbayar kepada masyarakat. Opsi ini akan dijalankan PT Kimia Farma (Persero) Tbk dengan vaksin Sinopharm.

Sempat ditetapkan tarif vaksinasi sebesar Rp321.660 untuk satu dosis vaksin. Sementara biaya vaksinasi ditetapkan Rp117.910 per dosis.

Sehingga bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin ini harus mengeluarkan uang sebesar Rp439.570 untuk satu kali penyuntikan. Sedangkan jika ingin dua kali, maka biayanya sebesar Rp879.140.

3 dari 4 halaman

Vaksin Berbayar Banyak Dikritik, Ini Kata Menteri Kesehatan

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, Vaksinasi Gotong Royong Individu atau Vaksin Berbayar hanya sebagai opsi. Layanan ini disediakan untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi.

" Vaksin gotong royong ini merupakan opsi. Jadi apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak, prinsipnya Pemerintah membuka opsi yang luas bagi masyarakat," ujar Budi dalam konferensi pers usai rapat terbatas disiarkan Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan, pemerintah memperluas cakupan Vaksinasi Gotong Royong tidak lagi hanya oleh perusahaan namun juga individu. Alasannya, banyak pengusaha yang harus beraktivitas namun belum bisa mendapatkan akses kepada program Vaksinasi Gotong Royong oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

" Jadi ada beberapa misalnya perusahaan-perusahaan pribadi atau perusahaan-perusahaan kecil itu juga mereka mau mendapatkan akses ke Vaksin Gotong Royong tapi belum bisa masuk melalui programnya Kadin, itu dibuka," kata Budi.

Selain itu, terdapat pula warga negara asing yang tinggal di Indonesia ingin pula mendapatkan vaksin Covid-19. Opsi ini bisa menjadi pilihan. " Itu bisa mendapatkan akses ke Vaksin Gotong Royong Individu," terang Budi.

4 dari 4 halaman

Dimulai Saat Jumlah Vaksin Pemerintah Mulai Massif

Sementara, layanan Vaksinasi Gotong Royong Individu akan dimulai ketika jumlah vaksin Pemerintah sudah mulai vaksin. Menurut Budi, Indonesia akan menerima kiriman 30 juta dosis bulan ini dan 40 juta dosis di bulan berikutnya.

" Sehingga benar-benar akses masyarakat yang lain akan besar, sedangkan masyarakat yang lain juga tersedia," ucap Budi.

Layanan Vaksinasi Berbayar sempat ramai mendapat penolakan. Banyak yang menilai layanan ini menghilangkan asas keadilan bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Awalnya, layanan ini disediakan PT Kimia Farma di delapan kliniknya mulai Senin hari ini, 12 Juli 2021. Tetapi rencana tersebut akhirnya ditunda.

Beri Komentar