Wapres Akui Penutupan Masjid Saat PPKM Darurat Banyak Diprotes

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 13 Juli 2021 13:00
Wapres Akui Penutupan Masjid Saat PPKM Darurat Banyak Diprotes
Ketentuan mengenai masjid dan tempat ibadah akhirnya direvisi.

Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengakui muncul banyak protes terhadap penerapan PPKM Darurat. Kebijakan tersebut dinilai diskriminatif lantaran menutup masjid dan tempat ibadah agama lain sementara resepsi pernikahan malah dibolehkan meski hanya dihadiri 30 orang.

" Banyak protes dari masyarakat supaya tidak ditutup (masjid dan tempat ibadah agama lain)," ujar Ma'ruf dalam pertemuan daring bersama para ulama dan tokoh agama Islam, disiarkan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dengan banyaknya protes tersebut, pemerintah akhirnya merevisi poin terkait tempat ibadah dan resepsi pernikahan. Dalam aturan terbaru, masjid dan tempat ibadah tidak lagi ditutup sementara resepsi pernikahan menjadi dilarang.

" Di dalam aturan yang terbaru itu sudah disebutkan bahwa tidak ada lagi kata-kata menutup, bahkan supaya nanti tidak ada perbedaa, selain itu juga yang dulunya resepsi dibolehkan dengan jumlah 30 orang maka sekarang ditiadakan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menyatakan, revisi yang dilakukan sudah sesuai tuntutan para ulama. Meski demikian, dia menyatakan meski tempat ibadah tidak ditutup bukan berarti masyarakat dibolehkan berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan.

" Yang tidak boleh itu yang sifatnya mengumpulkan orang, berjemaah, misalnya masuk pada majelis selama PPKM ini, sebenarnya sejalan dengan fatwa MUI," kata dia.

1 dari 5 halaman

Poin PPKM Darurat Sebelum dan Sesudah Revisi

Pada ketentuan PPKM Darurat sebelumnya, masjid dan tempat ibadah ditutup sementara namun resepsi dibolehkan. Ketentuan tersebut tertuang dalam poin dengan bunyi sebagai berikut.

- Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara.

- Resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan di tempat resepsi, penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Dua poin tersebut akhirnya direvisi. Berikut poin ketentuan tempat ibadah dan resepsi pernikahan PPKM Darurat setelah direvisi.

- Tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

- Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.

2 dari 5 halaman

Pemerintah Impor 40 Ribu Ton Oksigen Cair untuk Tangani Covid-19

Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhur Binsar Pandjaitan, menyatakan, pasokan oksigen untuk kebutuhan penanganan Covid-19 mencukupi. Sedangkan untuk kebutuhan ke depan, pemerintah mengimpor 40 ribu ton oksigen liquid atau cair.

" Kita proses impor 40 ribu ton oksigen liquid untuk kita gunakan ke depan. Kita jaga-jaga, walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu," ujar Luhut saat konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Luhut, keputusan mengimpor oksigen diambil setelah mempelajari tren kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara. Khususnya di Amerika Serikat dan Inggris.

" Kita lebih baik berjaga-jaga sehingga kita tidak kaget," kata dia.

3 dari 5 halaman

50 Ribu Oksigen Konsentrator Tambahan

Pemerintah, tambah Luhutt, juga akan mendatangkan 50 ribu unit oksigen konsentrator. Saat ini, terdapat 10 ribu unit oksigen konsentrator yang sudah dimiliki Indonesia.

Alat ini akan digunakan bagi pasien Covid-19 bergejala ringan yang sedang menjalani isolasi. Penggunaannya akan memakai skema pinjam pakai.

" Itu akan kita pinjamkan ke rumah-rumah dan kalau sudah selesai dipakai bisa diambil," kata Luhut.

Selanjutnya, Luhut mengatakan setiap alat memiliki kapasitas menghasilkan oksigen hingga lima liter. Selain itu, masyarakat dapat menggunakannya selama lima hari.

" Saya kita ini juga kalau Insya Allah selesai kasus Covid, masih bisa dibagikan ke rumah sakit kita," kata dia.

4 dari 5 halaman

RI Impor 10 Ribu Unit Oksigen Konsentrator, Bisa Saring O2 dari Udara Bebas

Dream - Kebutuhan oksigen medis untuk penanganan pasien Covid-19 terus meningkat seiring lonjakan kasus akibat varian Delta. Mengantisipasi kelangkaan, pemerintah memutuskan mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari negara tetangga.

" Oksigen konsentrator ini mengambil dari udara langsung bisa diproses dan bisa dihirup, sekarang sudah ada kita pesan 10 ribu," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Luhut menjelaskan alat penyaring oksigen dari udara bebas tersebut sementara dipesan dari Singapura. Sebagian unit sudah tiba di Indonesia dandiangkut dengan pesawat Hercules.

" Ini juga kita akan ambil dari tempat lain, bila kita rasakan masih ada kekurangan," kata dia.

Oksigen konsetrator ini akan dimanfaatkan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan. Sedangkan pasien bergejala berat dan sedang akan tetap menggunakan oksigen medis.

 

5 dari 5 halaman

Pasokan Tercukupi

Luhut mengakui sempat terjadi kelangkaan oksigen beberapa waktu lalu. Tetapi untuk saat ini pasokan telah tercukupi.

" Setelah 2 hari, 3 hari terakhir ini kami mobilisasi dari mana-mana, ada ambil dari Morowali 21 isoten dan sudah sampai kemarin di Jakarta dan hari ini sudah didistribusikan," kata dia.

Lebih lanjut, Pemerintah untuk saat ini mengalokasikan 100 persen produksi oksigen untuk sektor kesehatan dalam waktu dua pekan ke depan. Pasokan oksigen didatangkan dari berbagai produsen di Indonesia.

" Kemudian kita buka tadi oksigen yang ada di Cilegon, kemudian oksigen yang ada di Batam," terang Luhut.

Beri Komentar