Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasangan Lansia Saling Perpegangan Tangan Disisa Tenaga Yang Mereka Miliki. Ilustrasi : Worldoffbuzz
Dream- Kisah mengharukan terjadi di Italia. Sepasang lansia yang terpapar Covid-19 merayakan 50 tahun pernikahan mereka sambil berpegangan tangan di ruang perawatan intensif (ICU).
Seperti dilansir laman Worldofbuzz, mereka adalah Sandra dan Giancarlo, sepasang lansia yang berjuang melawan covid-19 di Rumah Sakit Murri Hospital, di Kawasan Merche, Italia.
Karena kondisi keduanya yang buruk, sepasang lansia berusia 71 dan 73 tahun ini harus ditempatkan di ruang perawatan intensif (ICU) dengan dipasang alat bantu napas ventilator.
Walau demikian, keadaan itu tak menyurutkan cinta sepasang lansia tersebut.
Kepada salah satu perawat yang menjaganya, Giancarlo mengungkapkan betapa sangat mencintai sang istri meski sudah bertahun-tahun menikah.
Hari itu bertepatan dengan anniversary 50 tahun pernikahan mereka. Karena itulah, perawat rumah sakit itu berpikir mereka harus merayakannya.

Orang lanjut usia memiliki sistem kekebalan tubuh yang sudah terganggu, sehingga menjadikan mereka sangat rentan terhadap penyakit yang sangat menular ini.
Akibatnya, mereka harus dirawat di Unit Perawatan Intensif untuk memastikan bahwa kondisi mereka tidak memburuk.
Inilah yang terjadi pada Sandra dan suaminya, Giancarlo. Pasangan itu, Sandra, 71, dan suaminya Giancarlo, 73, keduanya dirawat di rumah sakit di Marche, setelah mereka berdua dinyatakan positif Covid-19.
Sesuai kebijakan rumah sakit mereka harus ditempatkan di ruangan yang berbeda. Mereka berdua ditempatkan di tempat tidur yang terpisah dan ventilator diikatkan pada wajah mereka untuk membantu bernapas.
“ Sandra terus menangis bukan karena dirinya, melainkan karena dia mengkhawatirkan suaminya,” ujar Roberta Ferretti, perawat reanimasi rumah sakit.
Kepada Ferretti, Giancarlo dengan ventilator di tubuhnya mengungkapkan betapa dirinya sangat mencintai sang istri meski sudah bertahun-tahun menikah.

Ketika Ferretti mengetahui hari itu adalah hari ulang tahun ke-50 pernikahan mereka, dia langsung berpikir perlu mengadakan perayaan.
Momen yang dinanti-nanti pun tiba, staf medis dengan peralatan perlindungan mengelilingi pasangan tersebut dan membuat lambang hati menggunakan jari mereka.
Pada foto yang diambil saat momen mengharukan itu terlihat pasangan lansia berpegangan tangan sambil tetap berbaring di ranjangnya masing-masing
" Kami meletakkan lilin dengan angka '50' pada sebuah kue kecil, tetapi tidak bisa menyalakannya karena mereka berada di dekat tabung oksigen," kata Ferretti.

Pesta itu hanya berlangsung selama 10 menit. Ferretti bekerjasama dengan staf medis lainnya, untuk memindahkan ranjang pasangan agar cukup berdekatan sehingga bisa berpegangan tangan.
“ Ranjang mereka kemudian ditaruh berdempetan, di mana mereka kemudian berpegangan tangan dengan sisa tenaga yang mereka miliki,” kata dia.
Mereka juga memainkan lagu " Wedding March" sambil bergandengan tangan dengan sedikit kekuatan yang masih mereka miliki.
Menurut Ferretti, Giancarlo terus mengulang mengucapkan kata cinta kepada sang istri dan membuat para staf menitikkan air mata. Mereka bisa merasakan betapa pasangan lansia itu saling mencintai satu sama lain.
" Ini momen yang sangat hebat, sangat indah. Menit-menit itu seolah membayar pengorbanan yang kami (tenaga kesehatan) lakukan beberapa waktu terakhir ini," sambungnya.
“ Kami berharap bahwa pasangan ini akan segera pulih dari Covid-19 dan dapat merayakan anniversary di tahun berikutnya,” tambah Ferretti.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya