Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Marie Roga Harus Mengurus Ayahnya Yang Lumpuh. (Foto: Cuplikan Video Facebook)
Dream - Di saat sebagian besar anak lainnya sibuk sekolah dan bermain dengan teman-temannya, bocah perempuan bernama Marie Roga menghabiskan hari-harinya merawat ayahnya yang sakit.
Ayah Marie tidak mampu mengurus dirinya sendiri, karena menderita penyakit yang membuatnya lumpuh. Dia tidak bisa bergerak atau berbicara.
Karena itu ayah Marie butuh orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau melakukan aktivitasnya.
Marie, bocah perempuan berusia 11 tahun, tidak bisa berangkat sekolah tepat waktu setiap hari. Dia harus mengurus ayahnya yang menderita lumpuh itu.
Begitu bangun pagi, bocah asal Mamburao, Mindoro Barat, Filipina, itu langsung membersihkan tubuh dan menggosok gigi ayahnya.

Setelah itu Marie menyuap ayahnya dengan telaten sebelum mempersiapkan dirinya sendiri untuk berangkat ke sekolah.
Namun sebelum berangkat sekolah, Marie menggendong ayahnya menuju kursi roda yang sudah dipersiapkan.

Kursi roda ayahnya terpaksa ditaruh agak jauh karena tidak cukup jika melewati gang sempit menuju rumah mereka yang sederhana.
Marie kemudian mendorong ayahnya dengan kursi roda ke tempat ibunya yang bekerja sebagai pembantu di rumah seorang tetangga.
Setelah mengantar ayahnya, barulah Marie bisa berangkat ke sekolahnya. Dengan memakai sandal jepit, Marie berjalan kaki menuju ke sekolahnya.

Rutinitas tersebut dilakukan oleh Marie Roga setiap hari tanpa mengeluh. Dia hanya merasa sedih karena ayahnya menderita sakit lumpuh.
Menurut postingan di Facebook Reporter's Notebook, ayah Marie bukan satu-satunya yang menderita penyakit semacam ini di keluarga mereka. Penyakit yang sama telah merenggut nyawa pamannya beberapa tahun yang lalu.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan