Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @makassar_iinfo
Dream - Tak semua orang dapat beruntung merayakan Idul Fitri. Seorang kakek bernama Aslan Abdullah justru bernasib malang di Hari Raya.
Pria berusia 70 tahun itu tak bisa merayakan lebaran bersama keluarga. Abdullah yang tinggal di Tanah Kusir, Jakarta Selatan itu justru mengemis di atas kursi roda.
Perjuangan Abdullah terasa sia-sia lantaran uang tersebut kemudian dirampas oleh istri dan anaknya. Ia mengaku sering dipukuli sang istri apabila tak membawa pulang uang.
Uang tersebut biasanya dipakai untuk membayar kontrakan rumah Abdullah yang terletak di pinggir rel kereta. Tak hanya itu, ia juga kerap menerima cacian dari anaknya sendiri.

Foto: Instagram @makassar_iinfo
" Ngatain saya tua, tol**. Saya gak kuat neng, gak kuat hidup. Jalan aja udah gak kuat saya," kata Aslan dalam video yang diunggah akun @makassar_iinfo.
Abdullah hanya punya satu permintaan di Hari Raya. Bukan uang atau pun baju baru, ia justru berharap agar malaikat maut segera mencabut nyawanya.
" Ya Allah, malaikat yang ada di atas langit turun lah, tolong saya malaikan Izrail," ujarnya pilu. (mut)
Dream - Peringatan Hari Ibu yang digelar setiap tahun justru membuat gadis Malaysia bernama Nurul NurHalilah Abdul Rahman merasa sedih.
Itu karena ibunya meninggal dunia karena kanker ovarium pada tahun 2015. Ayahnya juga sudah meninggal dunia sebelum dia dilahirkan lebih dari 20 tahun yang lalu.

NurHalilah yang lebih akrab dipanggil Lila merupakan anak tunggal. Sejak 2016 hingga 2019 dia tinggal bersama keluarga bibinya di Seri Kembangan, Selangor.
Kisah Lila menjadi viral setelah dia mengunggah foto lama. Di foto yang diunggah pada Minggu, 10 Mei 2020, Lila sedang berdoa di pusara ibunya.
Lila mengaku sangat sedih setiap kali melihat kebersamaan teman-temannya dengan ibu mereka ketika memperingati Hari Ibu.
" Ketika melihat orang lain merayakan Hari Ibu, saya harus bersedih sebab teringat almarhumah. Tetapi apa daya, saya sudah ridho dan selalu berdoa untuk ibu saya," katanya.
Bagi Lila, hanya doa dan foto yang menjadi penawar rindunya kepada sang ibu. Meski separuh nyawanya hilang, Lila harus tegar dengan tantangan hidup di masa depan.
" Jika terlalu menuruti emosi memang sedih. Tapi Alhamdulillah pegangan agama saya masih kuat. Saya ingin meneruskan hidup," ujar Lila.
Dia bahkan berusaha memperbanyak amalan kebaikan agar bisa bertemu dengan ibunya kelak di akhirat.
Menurut Lila, sebagian orang mungkin mudah mengatakan hilang satu, tumbuh seribu. Tapi bagi Lila ibunya tidak bisa digantikan oleh siapa pun.
" Meskipun orang lain suruh menganggap seperti ibu sendiri, tapi saya merasakan perbedaan dan tidak ada yang bisa menggantikan ibu saya," katanya.
Lila kemudian berpesan agar mereka yang berstatus anak untuk senantiasa menghargai kedua orangtua selagi mereka masih ada.
" Selagi orangtua masih ada, berbaktilah sebelum terlambat. Jika orangtua sudah menghadap-Nya, menyesal tidak ada gunanya, menangis air mata darah juga tidak akan mengembalikan mereka," ujar Lila.
Menurut Lila, sekarang dia telah kembali ke rumah asalnya di Alor Setar, Kedah, setelah menamatkan ujian akhir sekolah menengah Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia (STPM).
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya