Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sarah Salsabila Keihl (Instagram)
Dream - Setelah membuat geger dengan video lelang keperawanan, selebgram Sarah Salsabila Keihl meminta maaf melalui Instagram. Tapi setelah itu, muncul tangkapan layar yang disebut percakapannya dengan seorang teman.
Yang menarik, dalam percakapan itu seolah-olah Sarah Keihl video lelang keperawanan yang dibuat oleh Sarah Keihl hanya rekayasa untuk menaikkan popularitas belaka. Tangkapan layar tersebut viral di media sosial.
Namun, Sarah Keihl menyatakan bahwa pesan pada tangkapan layar itu bukanlah percakapannya. Dia menegaskan bahwa percakapan itu tidak pernah dia lakukan.
" Untuk chat yang tersebar, saya pastikan 100 persen hoaks dan itu bisa dilaporkan atas tuduhan UU ITE," papar wanita yang juga seorang pebisnis tersebut, dalam video yang diunggah di Instagram dokter Tirta, Sabtu 23 Mei 2020.
Meski demikian, Sarah Keihl memilih tak memperpanjang masalah tersebut. Dia tidak berniat melaporkan penyebar chat tersebut.
Dia memilih memaafkan orang yang telah menyebarkan chat dan menyebutnya sebagai percakapannya itu.
" Saya di sini berbesar hati untuk memaafkan. Dan saya harap kalian juga dapat memaafkan saya," ucapnya.
Sementara itu, Sarah menyebut video lelang keperawanan tersebut sebenarnya adalah ekspresi rasa kecewanya terhadap orang-orang yang tak patuh menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.
" Isu keperawanan ini bukan saya maksud kan jual diri, namun di sini yang saya maksud nyawa. Banyak orang yang mempertaruhkan nyawanya namun banyak orang tidak disiplin untuk di rumah saja," sambungnya.
" Kenapa nyawa seseorang tidak diperhatikan, tapi hal yang sensitif seperti keperawanan sangat disorot. Sedangkan di sini, maksud saya adalah gimana saya bisa ikut berkontribusi, berpartisipasi menghentikan wabah Corona," jelas Sarah.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya