Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pasangan Suami Istri (Foto: Facebook Info Roadblock JPJ/Polis V2)
Dream - Kesulitan ekonomi membuat pasangan ini harus rela tinggal di bawah kolong jembatan. Meski begitu, mereka tetap tegar dan berusaha bertahan hidup di tengah kerasnya kota.
Akun Facebook oleh Info Roadblock JPJ/Polis V2 mengunggah video kisah pasangan suami istri yang tinggal di kolong jembatan di daerah Johor, Malayasia, itu. Rumah mereka hanya berdinding kain dan beralas tikar.
Menurut laman World of Buzz, pasangan suami istri yang tidak diketahui namanya itu mendapat kunjungan dari Departemen Kesejahteraan Sosial Malaysia (JKM).
Petugas JKM menunjukkan keadaan tempat tinggal pasangan suami istri yang tinggal di kolong jembatan Segamat itu dengan dinding dari kain dan alas tikar.
Baca juga: Kisah Haru Orang Baik Tolong Bocah yang Tidur di Jalan karena Diusir Ibunya
Saat memasuki kediaman mereka, orang dewasa pun tidak bisa berdiri tegap. Keprihatian aparat pun muncul, mereka memberi santunana dan menyewakan rumah untuk pasangan suami istri tersebut.
“ Kami sepakat untuk menyewa kamar yang terletak di lantai atas sebuah bangunan ruko di Bandar Segamat, dengan persetujuan pemilik bangunan.” kata petugas JKM Kecamatan Segamat, Mohamad Kamil Helmi.
Baca juga: Pilu, Anak-Anak Lain Beri Bunga ke Ibu, Anak Satu Ini Hanya Bisa Diam & Nangis

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 5 Tahun Peluk dan Cium Makam Ibunya, Tak Mau Diajak Pulang
Pasangan suami istri, masing-masing berusia 35 tahun dan 30 tahun, juga akan diberikan bantuan senilai Rp1 juta sebulan, selama setahun.
Baca juga: Puluhan Tahun Gendong Istri ke Ladang, 'Dia Mata dan Aku Kakinya'
Selain itu keduanya bekerja sebagai pedagang asongan yang diharapkan tetap bertahan di masa pandemi.
Dream - Seorang pria di Chongqing, Tiongkok, menorehkan sebuah kisah romantis. Diketahui bernama Xiong, pria ini rela tinggal di bawah jembatan agar bisa menabung demi membeli kalung emas dan cincin berlian untuk istrinya.
Awalnya, Xiong sempat tinggal di perumahan yang dibiayai pemerintah setempat. Tetapi, dia memutuskan untuk pindah agar menghemat uang karena tidak mengeluarkan biaya tinggal.
" Tinggal di sini, saya bisa menabung sekitar lima yuan (setara Rp 11.000) setiap hari dan saya ingin membeli kalung emas juga cincin berlian di toko perhiasan di pusat perbelanjaan, seperti kebanyakan orang kota," ujar Xiang, dikutip Dream dari shanghaiist.com, Senin, 31 Agustus 2015.
Setiap hari, Xiong menjalani profesi sebagai pengepul barang bekas. Dia menyortir semua barang bekas yang telah dikumpulkan, menyimpan di dekat tendanya, kemudian menjualnya.
Sementara istrinya tinggal di desa dan beternak kecil-kecilan. Alhasil, Xiong terpisah cukup jauh dengan istri tercintanya.
" Istri saya usianya lebih dari 60 tahun. Saya mengumpulkan barang bekas untuk uang tambahan sementara istri saya beternak di kota kelahiran kami. Saya ingin membahagiakan dia dengan mengirim hadiah untuk menunjukkan kepada dia saya telah menikah dengan orang yang tidak salah," ungkap Xiong.
Dream - Miris, apa yang dialami pasangan suami istri ini dijamin akan membuat iba. Pasangan suami istri (pasutri) Tarsono (38 tahun) dan Triyani (19 tahun) sudah dua bulan lebih tinggal di kolong jembatan Kali Cenang, Jalur Pantura.
Lantaran kolong jembatan itu terendam air pasang Laut Jawa, keduanya pun menumpang di gubuk milik seorang warga di perbatasan Desa Purwahamba dan Desa Suradadi, yang masih berada di bawah Jembatan Kali Cenang.
Dulunya, Tarsono dan Triyani memiliki rumah di Kota Tegal, Jawa Tengah. Namun nasib nahas menimpa pasutri ini. Pada tahun 2000, rumah yang ditempatinya bersama keluarga besar mereka terbakar habis.
Pasca kebakaran itulah, kehidupan mereka menjadi serba susah. Tarsono tak mempunyai tempat tinggal dan sering sakit-sakitan. Ia bahkan terkena penyakit herpes. Sekujur tubuhnya kerap gatal-gatal dan memerah. Sebagian kulit luarnya mengelupas.
Karena penyakitnya itu, Tarsono tak bisa bekerja. Sehingga, ia dan sang istri hanya mengandalkan makanan yang ada di sekitar gubuk. Diakui Tarsono, tak jarang jika rasa laparnya tak bisa ditahan lagi, dia dan Triyani makan kadal dan meminum perasan tebu milik petani yang sudah mulai panen.
Disinggung mengenai masa depan dia dan istrinya, dengan mata berkaca-kaca, Tarsono menjawab terbata-bata.
" Sekarang kondisi kesehatan saya terus memburuk karena tidak mampu untuk berobat, bahkan istri saya juga mulai ketularan herpes karena di sini tidak ada air untuk mandi," katanya sembari menghela napas panjang, dikutip dari Radartegal.com.
Beberapa kali dia sudah mencoba untuk meminta bantuan berobat, tetapi terkendala oleh masalah administrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Alhasil Tarsono hanya bisa pasrah.
" Jangankan untuk berobat, untuk makan saja kami terkadang harus puasa karena memang tidak ada yang bisa dimakan," ujarnya sembari menyeka air mata. (Ism)
Kisah selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan