Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kondisi Di Dalam Bus Kota (riamrtumimomor.blogspot.com)
Dream - Ini kisah tobat mantan preman. Pria yang ditemui Iswata Eka di dalam bus saat melakukan perjalanan Purwokerto-Sidareja, Jawa Tengah, pada Kamis 12 Februari 2015.
Dalam tulisan di blog, Eka menggambarkan pria yang ditemui itu bertubuh besar. Mengenakan celana pendek dan berkaos oblong. Kesan sangar masih meruap dari sosok pria itu.
Namun, kesan sangar itu buyar, saat pria itu melihat belasan siswa SMA di dalam bus yang penuh sesak itu. Tanpa diminta, pria yang tak disebut namanya oleh Eka itu menyodorkan uang kepada kenek untuk membayar karcis anak-anak sekolah itu.
Pria itu juga tak hitung-hitungan. Selain tak menawar, uang kembalian dari kernet langsung dia masukkan ke tas kulit mungil yang dia tenteng. Tanpa menghitungnya.
Eka sempat berbincang dengan pria baik hati itu. “ Saya punya anak seusia mereka. Ini saya lakukan juga dalam rangka menebus dosa. Dulu saya preman yang ditakuti di Surabaya, di kepala saya ada 14 jahitan akibat bertarung,” kata pria itu kepada Eka.
Pria misterius itu berkisah, dulu tak pernah membayar saat naik bus. Jika diminta bayaran oleh kenek, lebih baik ribut. Dan hasilnya semua orang takut, sehingga dia bisa pergi ke mana saja dengan gratis.
“ Tapi kini aku sadar, perbuatanku yang dulu memang keterlaluan. Itu sebabnya kalau aku naik bus selalu mbayari anak-anak sekolah, dan tidak pernah nawar berapapun yang diminta kenek,” tulis Eka menirukan pria ini.
Ya, dari sinilah Eka sadar. Bahwa sifat seseorang tak bisa dinilai dari penampilan saja. Orang sederhana, dan bahkan sangar, bisa jadi jauh lebih baik dari orang-orang yang tampil elegan. Hati Eka rupanya terketuk untuk menyadari pelajaran hidup ini.
“ Saya berpikir, ini barangkali pelajaran hidup yang luar biasa,” tulis Eka. Baca kisah Eka selengkapnya di tautan berikut ini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Apakah Wali Boleh Menentukan Mahar Nikah? Mukjizat Alquran: Dua Lautan Ini Tidak Saling Bercampur Cerita Sarung Bolong Buat Sang Kyai Kondang Sarjana Fisika Ini Pilih Jadi Penjual Jamu di Yogya Demi Biaya Kuliah, Gadis Cantik Itu Jadi Cleaning Service Menguak Teka-teki Foto Kucing di Tangga Mengapa Kita Harus Membaca Alquran? Kisah Rasulullah Cium Tangan Tukang Batu Kebiasaan Positif Orang Jepang, Wajib Ditiru!
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya