Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jessey Eagan (OnIslam.net)
Dream - Seorang wanita non-Muslim dari Amerika Serikat memutuskan akan memakai hijab selama 40 hari. Dia menyebutnya sebagai bagian dari rutinitas yang berbeda dari biasanya.
" Saya ingin mengingatkan diri saya bagaimana rasanya menjadi orang lain 'yang terasing'," kata Jessey Eagan, direktur urusan anak-anak di Imago Dei Church di Peoria, Illinois dikutip Dream.co.id dari OnIslam.net, Selasa 9 Maret 2015.
" Jadi saya akan mulai Pra-Paskah ini dengan memakai hijab yang saya pinjam dari teman dan tetangga Muslim saya," katanya.
Menurut Jessey, hal itu perlu dilakukannya karena dia melihat saat ini ada rasa permusuhan yang meningkat sekali lagi dari warga (kulit putih) Amerika terhadap Muslim di masyarakat Amerika.
" Jujur, kenyataan itu membuat saya sedikit gugup saat melontarkan ide memakai hijab tersebut."
Jessey mengatakan ide memakai hijab adalah dari teman-teman Muslimnya.
Menulis di situs blognya, #40daysofhijab, Jessey mengatakan dia terinspirasi untuk menerima tantangan tersebut setelah tinggal di Amman, Yordania selama 18 bulan.
" Saya adalah orang asing di sana dan rasanya seperti terjebak di sebuah perpustakaan dan ingin berteriak sekencang-kencangnya," kenang Jessey yang pergi ke Amman bersama suaminya tujuh tahun lalu.
Dia berharap pengalaman memakai hijab akan mengajarkan rekan-rekan yang seiman dengannya tentang bagaimana melihat perbedaan, menerimanya, dan terlibat dengan itu.
" Kita diajarkan untuk mencintai tetangga, orang asing, dan musuh. Saya pikir ini adalah sesuatu yang tidak sering dianggap serius oleh banyak orang," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya