Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kisah Wanita Tetap Selamat Usai Terlempar Dari Pesawat Dan Terdampar Di Hutan Amazon Selama 11 Hari (Shutterstock)
Dream - Pesawat memang sudah dirancang untuk siap menerima sambaran petir. Namun, rupanya tak semua pesawat aman dan selamat ketika menerima sambaran petir.
Beberapa kasus pesawat jatuh akibat tersambar petir jadi bukti nyatanya. Seperti kisah pesawat yang menyisakan satu penumpang selamat ini.
Juliane Koepcke yang mengudara bersama LANSA 508 dan jatuh di atas hutan Amazon di Peru setelah sambaran petir pada bulan Desember 1971, menjadi satu-satunya orang yang selamat dari 92 penumpang di pesawat tersebut.
Gadis berusia 17 tahun itu berhasil bertahan hidup sendirian dari ganasnya hutan Amazon selama hampir sebelas hari setelah terlempar sejauh dua mil ke tanah dari udara.

Hingga saat ini, wanita legendaris itu masih hidup. Cerita bermula ketika dia dan ibunya hendak pergi menemui ayahnya untuk merayakan Natal bersama. Namun karena cuaca yang buruk, penerbangan tersebut sempat delay selama tujuh jam.
Sempat beredar rumor bahwa maskapai yang mereka tumpangi memiliki reputasi yang buruk, namun karena tak sabar ingin merayakan Natal bersama, keduanya pun menghiraukan hal tersebut.
Benar saja, usai tersambar pertir, pesawat tersebut terjatuh dan hancur di atas hutan Amazon. Namun, Juliane diketahui tetap terikat dengan sabuk pengamannya di kursi, hal itu cukup membuatnya terlindung dan mendapatkan pendaratan yang empuk.
Selepas tragedi maut itu, dirinya berjuang untuk hidup melawan ganasnya hutan Amazon dan para penghuninya.
Sebanyak 14 penumpang lainnya sempat ditemukan selamat dari kecelakaan awal tetapi berujung meninggal menunggu penyelamatan. Termasuk ibunda Juliane.
Ibu Juliane, yang duduk di kursi di sebelahnya, mengucap kata-kata terakhirnya, “ Itulah akhirnya, semuanya sudah berakhir,” sesat setelah petir menyambar.

Orangtua Juliane diketahui menjalankan pusat penelitian yang mempelajari satwa liar di hutan Amazon, dan pengetahuan yang dia peroleh di sana terbukti sangat berharga untuk kelangsungan hidupnya.
Juliane harus melawan nyamuk dan kelaparan sebelum nelayan menemukannya dan membawanya dengan kano kembali ke peradaban.
Luka di tangan membuat lenganya dihinggapi belatung. Ia lantas teringat nasihat ayahnya untuk menuangkan bensin dan mengambilnya setelah diselamatkan.
Dirinya berjalan menyusuri pinggir sungai dengan berbekal pengetahuan dari kedua orangtuanya, tertatih-tatih menyeret dirinya selama sebelas hari. Hingga dia menemukan sang penyelamat yang membawa ke desa. (x)
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya