WNI di Hong Kong Diimbau Waspada Penularan Pneumonia

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 10 Januari 2020 10:00
WNI di Hong Kong Diimbau Waspada Penularan Pneumonia
WNI diminta tak dekati dan konsumsi daging liar.

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong mengeluarkan imbauan bahaya penyebaran penyakit menular pneumonia yang berasal dari Wuhan, China. Warga negara Indonesia (WNI) yang ke Hong Kong diimbau menghindari interaksi dengan binatang liar dan kotorannya.

WNI juga diminta tak mengunjungi pasar basah dan peternakan yang memperjualbelikan unggas. WNI juga diminta tidak mengonsumsi daging binatang liar atau buruan.

" Memastikan kebersihan dan kelayakan konsumsi makanan, serta menghindari konsumsi produk olahan dari binatang, termasuk susu, telur, daging, dan makanan yang terkontaminasi kotoran binatang, kecuali telah dibersihkan dan dimasak," tulis KJRI Hong Kong, Kamis 9 Januari 2020.

WNI yang merasa tidak sehat saat kunjungan di Hong Kong diminta segera mencari bantuan medis. " Setibanya di Hong Kong hubungi dokter jika menderita demam ataupun gejala lain dan ceritakan riwayat perjalan, serta kenakan masker guna mencegah penyebaran penyakit," kata imbauan tersebut.

WNI yang berkunjung ke Hong Kong juga diminta menjaga kebersihan badan dan higienitas lingkungan untuk mencegah infeksi paru-paru. Salah satu cara pencegahan itu, dilakukan dengan mencuci tangan usai menyentuh fasilitas publik.

" Mencuci tangan dengan sabun dan air, serta menggosoknya paling tidak 20 detik sebelum dibilas dan dikeringan dengan kertas tisu atau alat pengering."

KJRI Hong Kong meminta WNI untuk memakai penutup hidung. KJRI Hong Kong juga membagikan nomor informasi bagi WNI yang mengalami masalah kesahatan 9155 4023 atau WA 6773 0466, 5294 4184.

1 dari 6 halaman

Indonesia Antisipasi Penyakit Misterius dari Tiongkok, Kenali Gejalanya

Dream - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan langkah antisipasi beredarnya virus misterius dari daratan Wuhan, Tiongkok. Kemenkes menyebut penyakit ini punya gejala pneumonia berat.

Dari prosedur yang disiapkan, pasien yang menderita gejala pneumonia berat akan langsung mendapat perawatan, pengobatan, serta isolasi. Tim juga akan menginvestigasi dan melakukan penanggulangan untuk mencegah penyebaran penyakit meluas.

Dalam laman resminya, Kemenkes juga akan melakukan deteksi, pencegahan dan respons terhadap kemungkinan masuknya pasien pneumonia berat dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok, ke Indonesia melalui Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Pos Lintas Batas Negara yang mencakup langkah aktivasi alat thermal scanner.

" Memantau kemungkinan ditemukannya virus atau mikroorganisma baru dari hasil pemeriksaan laboratorium pasien pneumonia berat, dan memantau perkembangan penyakit pneumonia berat yang belum diketahui penyebabnya di dunia agar dapat segera dilakukan langkah yang diperlukan di Indonesia," tulis Kemenkes.

2 dari 6 halaman

Gejala Umumnya

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, mengatakan, telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh rumah sakit dan balai laboratorium melalui surat nomor : PM.04.02/III/43/2020, tanggal 5 Januari 2020.

Anung mengimbau pada masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik. Dia meminta masyarakat mencermati gejala penyakit misterius ini.

" Gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sukar bernafas. Jika merasakan gejala penyakit seperti ini agar segera berobat ke puskesmas atau rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Anung.

3 dari 6 halaman

Menghindari Penjualan Hewan Hidup

Anung juga meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat setiap hari, dengan mengonsumsi makan makanan bergizi, menu seimbang, cukup buah sayur, aktivitas fisik minimal setengah jam setiap hari, cukup istirahat, dan segera berobat jika sakit.

Sementara itu, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing, agar memperhatikan perkembangan penyebaran penyakit ini di China atau berkonsultasi dengan dinas kesehatan atau kantor kesehatan pelabuhan setempat.

" Selama di China agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat penjualan hewan hidup," ucap dia.

" Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang dengan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, agar segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, dan jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernafas agar segera berobat," kata dia.

4 dari 6 halaman

Virus Misterius Menyebar di China, Asia Waspada

Dream - Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.

Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.

" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.

SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..

Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.

Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.

5 dari 6 halaman

Terus Diuji

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong Kong© MEN

Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.

Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.

" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.

 

6 dari 6 halaman

Pencegahan Pemerintah Sejumlah Negara

Wisata Menarik di Bandara Changi Singapura© MEN

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.

" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.

Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.

Beri Komentar