Cara Indonesia Cegah Masuknya Virus Corona Jenis Baru

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 17 Januari 2020 12:14
Cara Indonesia Cegah Masuknya Virus Corona Jenis Baru
Virus tersebut pertama kali muncul di Wuhan, China Tengah.

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengimbau jajarannya untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Virus jenis baru ini yang menyebabkan MERS dan SARS itu pertama kali dideteksi di Wuhan, China bagian tengah.

Terawan juga meminta semua pintu masuk ke Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, dijaga ketat. Sehingga, kondisi kesehatan orang yang masuk ke Indonesia bisa terpantau. " Semua bandara, semua pelabuhan, dijaga ketat," ujar Terawan dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 Januari 2020.

Menurut Terawan, virus mematikan itu sudah masuk ke Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Sehingga dia terus memberikan peringatan kepada jajarannya agar tidak lengah. " Ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," ucap dia.

Meski demikian, dokter pensiunan TNI itu belum mengetahui cara menyebarnya virus tersebut. " Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," kata dia.

1 dari 5 halaman

Virus Misterius Menyebar di China, Asia Waspada

Dream - Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.

Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.

" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.

SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..

Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.

Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.

 

2 dari 5 halaman

Terus Diuji

 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong KongHal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong Kong © © MEN

Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.

Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.

" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.

 

3 dari 5 halaman

Pencegahan Pemerintah Sejumlah Negara

 Wisata Menarik di Bandara Changi SingapuraWisata Menarik di Bandara Changi Singapura © © MEN

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.

" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.

Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.

4 dari 5 halaman

Awas! Virus Herpes Genital Tak Bisa Dibasmi Tuntas

Dream - Herpes genital merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus Herpes Simpleks (HSV). Meski tidak mematikan, herpes bersifat kronis dan sangat mengganggu.

Data WHO mencatat bahwa 417 juta orang di dunia mengalami Herpes Genital, dengan angka 267,3 juta wanita dan 150,1 juta pria.

Virus herpes terdiri dari dua jenis. Tipe 1 ditularkan melalui oral ke oral sedangkan tipe 2 lewat aktivitas seksual.

" Namun dengan semakin berkembangnya bentuk aktivitas seksual, maka terkadang ditemukan HSV tipe 1 di area genital," kata Wresti Indriatmi, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Konsultan lewat keterangan rilis yang diterima Dream, Jumat 17 Mei 2019.

Awal mula penyakit herpes dimulai dengan lesi inisial primer. Saat pertama kali terkena herpes genital, tubuh akan langsung menunjukkan gejala seperti sariawan, sakit dan timbulnya nanah.

Selanjutnya diikuti dengan lesi inisial non-primer yaitu saat pertama kali virus masuk, tubuh sudah terlebih dahulu membentuk antibodi sehingga virus tidak langsung terlihat atau
menunjukkan gejala.

" Kemudian episode kambuhan, yaitu pada saat virus yang sudah ada dalam tubuh dan menunjukkan gejalanya saat antibodi menurun," lanjutnya.

5 dari 5 halaman

Tidak Bisa Disembuhkan

Virus herpes tidak bisa diobati secara tuntas. Jika sekali terkena, maka virus akan terus bersarang di dalam tubuh. Obat yang diberikan hanya mengurangi kekambuhan penyakit ini.

" Sifatnya periodik, kemunculannya akan bergantung dari daya tahan tubuh pasien," kata dr. Wresti.

Masyarakat dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena virus herpes, misalnya dengan tidak berganti-ganti pasangan
saat melakukan hubungan seksual dan menjaga kebersihan area genital.

Selain itu, bisa juga dilakukan terapi bagi pasien herpes. Saat kondisi imunitas penderita sedang menurun, virus dapat aktif kembali. Sehingga menimbulkan episode rekurensi atau berulang.

" Bila episode ini terjadi minimal 6 kali dalam setahun, penderita akan diberikan terapi supresi sebagai lanjutan sesudah terapi rekurensi selesai dijalani," papar Anthony Handoko, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. (ism)

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam