Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Virus Middle East Respiratory Syndrome Corona (MERS CoV) sangatlah berbahaya. Jika dialami seseorang dengan tingkat keparahan tinggi maka bisa menyebabkan kematian.
Repotnya, sampai saat ini pun virus yang pertama kali dilaporkan berjangkit di Arab Saudi sejak September 2012 lalu, belum diketahui obat atau vaksin apa yang dapat menyembuhkan seseorang akibat terjangkit virus ini.
" Belum ditemukan vaksin apa yang bisa mengobati MERS CoV, masih dalam penelitian. Yang ada baru memperbaiki gejala yang timbul akibat serangan dari virus ini," ungkap Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. H. Mohammad Subuh saat ditemui usai diskusi kewaspadaan antisipasi penyebaran MERS CoV di kantornya Jakarta.
Mohammad mengatakan virus ini dapat menular antar-manusia secara terbatas, dan belum terdapat transmisi penularan antar-manusia di komunitas yang berkelanjutan.
" Penularan sesama manusia terjadi terbatas dan sifatnya berkelanjutan. Kejadian di Arab penularannya dari satu tempat. Rata-rata di pusat kesehatan," ujarnya.
Mohamad menambahkan ada dua kemungkinan yang dapat mengindikasi penularan dari virus MERS CoV tersebut. Bisa secara langsung dan tidak langsung.
" Penularan secara langsung dari percikan dahak pada saat batuk atau bersin, percikan tersebut paling jauh 1 meter. Virus ini melekat bersama percikan tersebut. Cara penularan tidak langsung kontak melalui benda yang terkontaminasi virus MERS CoV," ujar Subuh.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya