Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Fakta di Balik Video Viral Antrean 124 WN China di Bandara Soetta

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 27 Maret 2020 12:30
Fakta di Balik Video Viral Antrean 124 WN China di Bandara Soetta
Video yang beredar, para WN China itu dinarasikan sebagai dokter yang akan membantu pemerintah Indonesia.

Dream - Video berdurasi 14 detik warga asal China mengantre di sebuah bandara viral di media sosial. Mereka tampak mengenakan alat pelindung diri, seperti tenaga medis yang menangani pasien corona.

Akun Twitter @andini_maharan1 menarasikan, video tersebut sebagai tim medis asal China yang tiba ke Indonesia untuk membantu penanganan virus corona.

Kabag Humas Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, mengatakan bahwa video itu diambil di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Namun, menurut dia, warga negara China itu sedang mengantre untuk kembali ke negara asalnya.

" Itu keberangkatan evakuasi WNA di Soetta hari ini. (Berangkat) Tadi sekitar pukul 18.05 WIB," kata Arvin, dikutip dari Merdeka.com.

Arvin mengatakan, para warga negara China itu bukan tiba di Jakarta. Mereka ingin pulang ke negara asalnya. " Bukan baru datang. Itu keberangkatan evakuasi," ujar dia.

1 dari 5 halaman

Tidak Hanya WN China

Arvin menyebut, warga negara China itu berjumlah 124 orang. Mereka dijemput negaranya untuk pulang. Tetapi, Arvin tak menjelaskan secara detil alasan mereka pulang.

" Mereka dijemput pemerintahnya. Menggunakan penerbangan Air Cambodia total 124 pax (penumpang). Tadi berangkat pukul 18.05 WIB," kata dia.

Kasubag Humas Ditjen Imigrasi, Achmad Nur Saleh, menjelaskan, pesawat yang membawa warga negara China itu juga diisi warga negara lain, di antaranya 1 orang WNI, 1 warga Korea Selatan, 3 warga Kamboja, dan 2 warga Filipina.

" Total Crew : 7. WNI : 1 .WNA : 6 (1 Korsel, 3 Kamboja, 2 Filipina). Total Pax : 126 WNA. Tidak ada WNI," kata Nur Saleh.

Sumber: Merdeka.com/Ronald & Intan Umbari Prihatin

2 dari 5 halaman

China Hadapi Gelombang ke Dua Wabah Virus Corona

Dream - China melaporkan 78 kasus baru virus corona pada Selasa 24 Maret 2020. Kasus iru merupakan imported case alias berasal dari luar wilayah China.

Menurut laman Channel News Asia, kondisi tersebut memicu kekhawatiran gelombang ke dua infeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu. Kasus baru ini dilaporkan terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, dan tempat lain di negara itu akhir Maret 2020.

Tujuh orang meninggal, kata Komisi Kesehatan Nasional, semuanya di Wuhan.

Kasus ini terhitung sebagai yang tertinggi sejak pejabat mulai melaporkan data pada awal Maret. Dalam beberapa hari terakhir, hampir semua infeksi baru di Cina datang dari luar negeri.

Pemerintah semakin cemas tentang masuknya virus baru karena akan berdampak ke seluruh negara.

3 dari 5 halaman

Pengetesan dan Karantina

Ketika negara-negara di seluruh dunia berjuang untuk mengatasi pandemi, yang kini telah menewaskan lebih dari 21.000 orang di seluruh dunia, penghitungan kasus impor di China telah meningkat menjadi 427.

Banyak kota telah menerapkan peraturan untuk mengarantina pendatang baru. Semua penerbangan internasional yang menuju Beijing dialihkan ke kota-kota lain di mana para penumpang menjalani pengecekan.

Pihak berwenang di Beijing mengatakan bahwa siapa pun yang memasuki China melalui kota yang berbeda dan kemudian tiba di ibukota dalam dua pekan terakhir akan menjalani tes dan diinstruksikan untuk karantina. Shanghai dan Beijing melaporkan kasus infeksi yang ditularkan secara lokal dari seorang pasien dari luar China.

4 dari 5 halaman

Belum Reda Wabah Virus Corona, Seorang Warga China Tewas Akibat Hantavirus

Dream - Di tengah wabah virus corona baru atau Covid-19 yang makin meningkat di sebagian wilayah dunia, seorang pria di China dilaporkan meninggal dunia akibat hantavirus.

Menurut laporan media lokal yang dikutip Anadolu Agency, korban berasal dari wilayah barat daya Provinsi Yunan, China.

Laporan selanjutnya menyebutkan korban menghembuskan napas terakhir ketika dalam perjalanan pulang untuk bekerja di Shandong.

" Korban dilaporkan naik sebuah bus carteran pada hari Senin lalu," tulis laporan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 32 penumpang lainnya di dalam bus tersebut dilaporkan menjalani tes screening.

Namun, informasi tentang tes screening tersebut tidak diungkapkan kepada publik.

5 dari 5 halaman

Apa Itu Hantavirus?

Banyak yang penasaran dengan virus jenis baru bernama hantavirus ini. Hantavirus ini bukanlah sebuah jenis virus baru.

Hantavirus sebenarnya sudah pernah dilaporkan pertama kali di Amerika Serikat pada 1993 silam.

Virus ini ditularkan kepada manusia melalui binatang pengerat atau rodensia seperti tikus.

Hantavirus berbeda dengan wabah COVID-19 yang menunjukkan gejala seperti batuk, demam dan sesak napas.

Orang yang terinfeksi hantavirus bisa mengalami kelelahan, sakit kepala, dan nyeri otot.

Belum ada laporan adanya penularan virus ini dari manusia ke manusia kecuali di Argentina pada tahun 1996.

Disease Control and Prevention di AS menduga strain hantavirus di Amerika Selatan bisa menular dari manusia ke manusia.

Sumber: New Straits Times

Beri Komentar