Takut Tularkan Covid-19, Perawat Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 27 Maret 2020 06:48
Takut Tularkan Covid-19, Perawat Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif
DT tak ingin menulari pasien dan perawat.

Dream - Seorang perawat yang bekerja di unit perawatan intensif episentrum wabah virus corona di Italia melakukan bunuh diri. Aksi itu dia lakukan karena sang perawat berinisial DT itu dinyatakan positif Covid-19.

DT khawatir akan menyebarkan virus ke orang lain saat bekerja di Rumah Sakit San Gerardo di kota Monza, di wilayah Lombardy yang terkena dampak parah. Federasi Perawat Nasional Italia membenarkan kabar DT bunuh diri.

Asosiasi menyebut, DT bunuh diri pada Minggu, 21 Maret 2020. DT disebut mengalami beban pikiran selama bekerja di garis depan melawan virus corona dan keadaannya dilaporkan memburuk ketika dia didiagnosis dengan Covid-19 pada 10 Maret 2020.

Dilaporkan Metro.co.uk, DT memberi tahu rekan-rekannya sangat khawatir bisa enginfeksi seseorang dengan virus tersebut.

" Kami menyatakan duka cita dan kesedihan kami karena kematian rekan muda kami. 450.000 profesional kami akan bergabung bersama di sekitar kerabat dan keluarga DT. "


1 dari 4 halaman

Penyelidikan Digelar

Mario Aparone, Direktur Rumah Sakit San Gerardo, menyesalkan kematian DT. Dia ingin otoritas pengadilan menyelidiki kasus ini.

Federasi mengatakan bahwa situasi serupa terjadi beberapa hari yang lalu di Venesia.

" Para perawat berisiko menderita kondisi stres dan kekurangan pekerja, tetapi ini kematian semacam tidak dapat dikomentari."

Pemerintah Italia mencatat lebih dari 69.000 kasus coronavirus dan 6.820 kematian. Jumlah korban jiwa sekarang hampir dua kali lipat dari yang tercatat di Tiongkok, tempat Covid-19 pertama kali muncul Desember lalu.

Badan Perlindungan Sipil Italia, yang mengumpulkan data, mengatakan jumlah sebenarnya infeksi bisa mencapai 700.000.

2 dari 4 halaman

Pemandangan Memilukan Antrean Truk Angkut Jenazah Korban Corona di Italia

Dream - Sebuah pemandangan yang memilukan sekaligus mencekam datang dari Italia yang menjadi negara Eropa dengan korban tewas akibat Covid-19 terbanyak setelah China.

Dilaporkan beberapa media Barat bahwa militer Italia ditugaskan untuk mengangkut mayat-mayat pasien Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat.

Belasan truk militer berjejer untuk mendapat giliran mengangkut jasad pasien Covid-19 di Bergamo, Lombardy. Wilayah ini mencatatkan jumlah pasien Covid-19 tertinggi di Italia.

Truk militer dikerahkan setelah rumah sakit dan krematorium lokal di Lombardy kewalahan mengatasi meningkatnya jumlah kematian akibat Covid-19.

 Peti mati korban tewas Covid-19 menumpuk di krematorium dan kamar mayat.© World of Buzz

" Krematorium di Bergamo bekerja dengan kapasitas penuh, selama 24 jam. Krematorium hanya bisa mengkremasi 25 orang dalam sehari," kata juru bicara krematorium.

3 dari 4 halaman

Pemandangan Mengerikan

Sementara itu, juru bicara militer Italia mengungkapkan bahwa 15 truk dan lebih dari 50 personil militer dikirim ke kota Bergamo yang 'dikepung' Covid-19 untuk membantu mengangkut jenazah para korban.

 Belasan truk militer untuk mengangkut jenazah korban tewas Covid-19 di Italia.© World of Buzz

The Guardian melaporkan bahwa lebih dari 65 peti mati diangkut keluar dari Bergamo. Warga lokal yang melihat iring-iringan peti mati itu menggambarkannya sebagai 'salah satu foto paling menyedihkan dalam sejarah negara kita'.

Laporan lainnya menyebutkan, dalam satu hari saja, 93 warga Italia meninggal akibat Covid-19 dan 4.305 orang terinfeksi pada hari Rabu, 18 Maret 2020.

Dilansir Worldometer.info, kasus Covid-19 di seluruh Italia jumlahnya mencapai 41.035 kasus, dengan korban yang meninggal sebanyak 3.405 jiwa hingga Jumat, 20 Maret 2020.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

4 dari 4 halaman

Hadiri Pernikahan, 31 Tamu Terinfeksi Virus Corona

Dream - Pernikahan Scott Maggs dan Emma Metcalf menjadi ajang penularan virus corona baru, Covid-19. Sebanyak 31 tamu dilaporkan positif terjangkit virus corona, termasuk wanita hamil dan anggota parlemen.

Scott Maggs dan Emma Metcalf mengundang 140 tamu ke pernikahan mereka di Tumbling Waters Retreat, Sydney, Australia, pada 6 Maret 2020. Selama 14 hari sejak hari istimewa itu, muncul 31 kasus corona yang dikaitkan dengan pesta pernikahan itu.

Pasangan itu mengetahui bahwa dua tamu mereka dinyatakan positif Covid-19 ketika mereka sedang berbulan madu di Maladewa.

Di antara orang yang positif terinfeksi virus corona adalah Andre Bragg, senator liberal untuk New South Wales. Ada pula Sally Hawach, putri pemilik perusahaan iklan John Singleton.

Sally saat ini sedang mengandung anak ke tiga. Dia khawatir menularkan penyakit ini kepada anak-anaknya, usia 2 dan 1.

" Anak saya yang berumur satu tahun juga menunjukkan tanda-tanda COVID dan sangat sakit," ucap Hawach dilaporkan The Daily Star.

Menu Berbuka Puasa Sehat dan Anti Ribet Ala Chef Deny Gumilang