© Pexels.com/Rndi Id
DREAM.CO.ID - Banyak orang menganggap hobi sebagai sesuatu yang " kalau sempat" , prioritas yang gampang disingkirkan ketika hidup terasa penuh. Padahal, riset kesehatan terus menunjukkan hal sebaliknya: aktivitas yang kita lakukan semata karena senang justru punya dampak nyata pada tubuh dan pikiran, bukan cuma soal mood sesaat.
Dilansir dari UCLA Health, orang dewasa yang menekuni hobi, terutama saat memasuki usia lanjut, mengalami lebih sedikit gejala depresi. Jika hobi itu dilakukan dalam kelompok atau tim, manfaatnya bertambah lewat sisi sosialisasi, membuat seseorang cenderung tidak merasa cemas atau stres. Sebuah survei American Psychiatric Association tahun 2023 menemukan 71 persen partisipan yang melaporkan kesehatan mental " sangat baik" atau " prima" lebih sering terlibat aktivitas kreatif dibanding mereka yang melaporkan kesehatan mental " baik" , " cukup" , atau " buruk" . Khusus hobi seni, penelitian menunjukkan melakukannya minimal dua jam per minggu memberi manfaat kesejahteraan paling optimal. Hobi yang menstimulasi mental atau melibatkan aktivitas fisik juga berkaitan dengan kesehatan kognitif, memberi dampak positif pada memori dan menurunkan risiko demensia.
Dilansir dari WebMD, meluangkan waktu untuk aktivitas yang membuat bahagia terbukti membantu memperbaiki kesehatan mental, sekaligus meningkatkan performa di kehidupan profesional. Sebuah studi di Selandia Baru menemukan partisipasi dalam aktivitas kreatif menghasilkan rasa kesejahteraan yang meningkat dan bertahan dalam jangka panjang, dengan partisipan melaporkan perasaan positif setelah beberapa hari terlibat aktivitas kreatif tersebut.
Ketertarikan menekuni hobi berkaitan erat dengan cara kerja sistem penghargaan di otak. Saat seseorang terlibat dalam aktivitas yang disukai, otak melepaskan neurotransmiter seperti dopamin, senyawa kimia yang membantu memunculkan rasa senang. Riset menunjukkan bermain alat musik bisa memperbaiki daya ingat, sementara hobi artistik seperti membaca atau menyusun puzzle dilaporkan membantu mencegah demensia di usia lanjut.
Efek fisiologisnya pun terukur. Sebuah studi mencatat kadar kortisol, hormon stres utama dalam tubuh, menurun secara signifikan setelah sesi berkesenian, bahkan pada partisipan yang tidak punya pengalaman seni sebelumnya. Ketika kita melakukan hobi kita, yang terjadi adalah diaktifkannya bagian otak yang membantu memproses emosi, dan riset menunjukkan hobi bisa membantu mengurangi gejala stres, depresi, dan kecemasan pada sebagian orang.
UCLA Health menyarankan mencari keseimbangan: semakin banyak jenis hobi yang ditekuni, semakin banyak pula manfaat yang didapat. Jika sudah punya hobi yang menstimulasi mental, tambahkan sesuatu yang melibatkan fisik. Jalani hobi sendirian sekaligus dalam kelompok, dan sempatkan membawa hobi ke ruang terbuka, sebab menghabiskan minimal dua jam seminggu di alam terbukti memberi manfaat signifikan bagi kesehatan mental dan fisik.
© Dream
Punya niat mulai hobi baru tapi bingung harus mulai dari mana? Beberapa pendekatan berikut bisa membantu menemukan aktivitas yang benar-benar cocok, bukan sekadar ikut tren sesaat.
1. Kembali ke Apa yang Disukai Waktu Kecil
Coba ingat kembali aktivitas yang dulu bikin senang semasa anak-anak, entah melukis dengan jari, bersepeda keliling kompleks, atau menyusun mainan konstruksi. Banyak orang menemukan kembali kegembiraan itu justru dengan mencoba ulang versi dewasa dari hobi masa kecilnya, tanpa tekanan untuk " jago" seperti waktu itu diajarkan di sekolah.
2. Kenali Jenis Energi yang Dibutuhkan
Setiap orang punya kebutuhan berbeda soal bagaimana hobi mengisi ulang energinya. Kalau keseharian sudah penuh interaksi sosial dan tekanan kognitif dari pekerjaan, hobi yang menenangkan seperti berkebun, menulis jurnal, atau merajut mungkin lebih pas. Sebaliknya, kalau rutinitas terasa monoton dan sepi, hobi berkelompok seperti kelas tari atau klub buku bisa jadi penyeimbang yang dibutuhkan.
3. Padukan Unsur Fisik dan Mental
Hobi paling optimal biasanya menggabungkan gerakan tubuh dengan stimulasi pikiran. Berkebun, misalnya, melatih otot sekaligus memberi rasa pencapaian saat melihat tanaman tumbuh. Memasak melatih kreativitas sekaligus keterampilan motorik. Kombinasi ini memberi manfaat ganda dibanding hobi yang sepenuhnya pasif.
4. Coba Dulu Sebelum Berinvestasi Besar
Sebelum membeli peralatan mahal atau mendaftar kursus jangka panjang, cari cara mencoba versi murah atau gratisnya dulu. Pinjam alat musik dari teman, ikut kelas percobaan gratis, atau tonton tutorial dasar di internet. Ini membantu memastikan ketertarikan itu bertahan lebih dari sekadar rasa penasaran sesaat.
5. Beri Ruang untuk Gagal dan Berganti
Tidak semua hobi yang dicoba akan cocok, dan itu wajar. Alih-alih memaksakan diri menekuni satu hobi yang ternyata tidak menyenangkan, beri diri izin untuk berhenti dan mencoba yang lain. Tujuan utamanya adalah menemukan aktivitas yang benar-benar dinikmati, bukan menambah daftar kewajiban baru dalam hidup.
6. Perhatikan Konsistensi, Bukan Intensitas
Manfaat kesehatan dari hobi cenderung muncul dari keteraturan, bukan dari sesi maraton sesekali. Menyisihkan waktu singkat namun rutin, misalnya 20 menit setiap malam untuk membaca atau dua kali seminggu untuk kelas olahraga ringan, jauh lebih berdampak dibanding satu hari penuh menekuni hobi lalu tidak menyentuhnya lagi selama sebulan.
Secara umum, memilih dan memiliki hobi bukan soal menemukan aktivitas yang terlihat produktif atau layak dipamerkan di media sosial. Yang lebih penting adalah menemukan sesuatu yang membuat waktu terasa berjalan lebih lambat, memberi jeda dari tuntutan sehari-hari, dan konsisten dilakukan cukup lama untuk benar-benar dirasakan manfaatnya bagi tubuh dan pikiran.
Advertisement

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajari Anak Tentang Konsep Uang


Kebiasaan Minum Manis Sejak Kecil Terbukti Berkaitan dengan Tekanan Darah Tinggi saat Dewasa

Jatuhnya Fat Man di Nagasaki yang Membalik Sejarah pada 9 Agustus 1945

Kenapa Punya Hobi Bisa Jadi Investasi Kesehatan, Bukan Sekadar Pengisi Waktu Luang


Kemenkes Ingatkan Warga Agar Lakukan Cek Kesehatan Gratis Setiap Tahun, Bukan Sekali Saja