Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Dream - Perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, Bin Ladin Group akan menjual asetnya untuk membayar upah bagi ribuan karyawannya. Perusahaan ini tengah menuju kebangkrutan lantaran diputus bersalah oleh Pengadilan Saudi pada kasus tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram musim haji tahun lalu.
Sejumlah pekerja marah dan berkumpul di Jeddah. Mereka menuntut Bin Ladin Group membayarkan kompensasi atas pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dialami para pekerja.
Sejumlah sumber mengatakan perusahaan ini memiliki proyek senilai 490 miliar riyal Saudi, setara Rp1.784 triliun. Tetapi, sebagian proyek mereka dengan nilai 248 miliar riyal Saudi, setara Rp902 triliun ternyata bermasalah.
Hal itu menimbulkan utang begitu besar bagi Bin Ladin Group. Sementara mereka juga harus membayar upah para pekerja yang dirumahkan.
Para pekerja yang marah menuntut upah kompensasi mereka harus dibayar secepatnya oleh perusahaan sebelum Ramadan tiba. Tetapi, tuntutan mereka tampaknya belum dapat dipenuhi.
Seorang pekerja di perusahaan itu, Ali Al Ghamidi mengaku heran mengapa Bin Ladin Group tidak segera membayar upah mereka sebelum Ramadan. Padahal kerajaan Saudi secara resmi telah mencabut larangan menerima kontrak bagi Bin Ladin Group dari para mitranya.
" Perusahaan ini telah menerima pinjaman dari Saudi British Bank sebesar 2,5 miliar riyal Saudi (setara Rp9 triliun), yang seharusnya untuk menutup pengeluaran," kata Al Ghamidi.
Juru bicara Bin Ladin Group Yaseen Al Attas mengatakan pihaknya tidak mau memberikan tanggapan terkait masalah keuangan maupun hubungan kerja dengan mitra. Dia meyakinan perusahaan berjanji akan membayar seluruh upah pekerja.
Sumber: arabnews.com
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?