Nicki Minaj Batal Manggung di Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 11 Juli 2019 10:00
Nicki Minaj Batal Manggung di Saudi
Nicki membatalkan agenda tampilnya karena ingin unjuk dukungan ke perempuan, kebebasan berbicara, dan hak LGBTQ.

Dream - Nicki Minaj akhirnya memutuskan membatalkan rencana konser di Arab Saudi. Penyanyi hip-hop dan rap beralasan pembatalan itu merupakan bagian dari dukungannya untuk hak-hak perempuan, kebebasan berekspresi, dan LGBTQ.

Dilaporkan Al Jazeera, penyanyi kelahiran Trinidad-Tobago itu telah mempertimbangkan keras untuk memutuskan takkan lagi menjadwalkan konser di Jeddah World Fest.

" Aku percaya penting untuk mendukung posisi hak-hak perempuan, komunitas LGBTQ, dan kebebasan berekspresi," kata Nicki, Rabu, 10 Juli 2019.

Penyanyi bernama asli Onika Tanya Maraj itu dijadwalkan tampil pada 18 Juli 2019.

Rencana penampilan Nicki memicu kontroversi di dunia maya. Alasannya, Nicki kerap pamer kemolekan tubuh dan lagu-lagunya berbicara mengenai seks.

 

1 dari 5 halaman

Nicki Minaj Tampil di Saudi, Warganet Ribut

Dream - Penyanyi rap asal Trinidad and Tobago, Nicki Minaj, akan tampil sebagai bagian dari festival budaya Jeddah Season, Arab Saudi, 18 Juli 2019. Kabar itu disampaikan di akun Twitter resmi Jeddah Season apda 2 Juli lalu.

Menurut laman Al Arabiya, selain Nicki, sejumlah musisi juga akan tampil di hari yang sama. Mantan anggota One Direction yang kini bersolo karier, Liam Payne, dan disk jockey asal AS, Steve Aoki, juga akan turut serta. Aksi deretan musisi itu akan ditampilkan melalui MTV.

Namun, rencana menghadirkan deretan musisi itu memancing kontroversi. Di Twitter, sejumlah orang menyinggung gaya pakaian Nicki di atas panggung yang seksi.

" Dia akan tampil dan bergoyang menampilkan punggung, serta semua lagunya berkisah tentang seks... banyak orang bicara dia akan pakai kebaya. Omong kosong!" kata seorang perempuan.

Meski demikian ada pula warganet yang mendukung upaya Putra Mahkota Kerajaan, Pangeran Muhammad bin Salman, untuk menghadirkan festival semacam ini.

2 dari 5 halaman

Ada Super Junior

 Deretan penampil di festival budaya Jeddah Season (Foto: Isitmewa)

Deretan penampil di festival budaya Jeddah Season (Foto: Isitmewa)

Menurut laman resmi Jeddah Season, agenda ini berupaya menghadirkan serangkaian kegiatan, mulai budaya, olahraga, dan hiburan.

Dari festival musik, selain beberapa nama di atas, ada pula disk jockey, seperti Marshmello, Afrojack, Martin Garix, serta grup musik asal Korea Selatan, Super Junior.

3 dari 5 halaman

Geger Tempat Diduga Kelab Malam Beroperasi di Arab Saudi

Dream - Kabar dibukanya kelab malam White di tepi pantai Jeddah, Arab Saudi, menuai kontroversi. Kelab malam yang merupakan cabang dari tempat hiburan di Dubai dan Beirut itu seolah menandai arah baru Arab Saudi.

Dilaporkan Al Jazeera, Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi (GEA) mengeluarkan bantahan telah memberi izin pembukaan kelab malam tersebut.

Bahkan, rencananya, pejabat hiburan Saudi membuka penyelidikan mengenai pembukaan kelab malam itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dibuat di akun Twitter resminya, GEA mengumumkan pembukaan investigasi langsung ke video yang beredar daring konon menunjukkan interior tempat tersebut.

" Menurut informasi yang diberikan kepada GEA, acara (Proyek X) itu melanggar prosedur hukum dan peraturan yang berlaku, dan belum disahkan oleh badan tersebut," kata pernyataan itu.

4 dari 5 halaman

TIket Masuknya

GEA awalnya mengeluarkan izin untuk acara lain, tambahnya. " Kontraktornya kemudian mengambil keuntungan dari perpanjangan lisensi itu untuk melakukan pelanggaran serius dan tidak dapat diterima ini."

Sebelumnya, sejumlah outlet media regional melaporkan bahwa " kelab malam halal" pertama akan dibuka pada Kamis di tepi pantai Jeddah.

Menurut halaman Facebook, White Arab Saudi, penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ne-Yo tampil di malam pembukaan. Sesuai dengan iklan, waktu pembukaan kelab akan antara pukul 22.00 hingga pukul 03.00. Harga tiket masuknya, seharga 500-1.000 riyal Saudi, setara Rp1,9 juta hingga Rp3,8 juta.

Pembukaan itu segera memicu kontroversi pengguna media sosial Arab Saudi. Ada yang memuji pembukaan kelab sebagai bagian dari rencana reformasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk memodernisasi kerajaan konservatif.

Meski demikian, ada protes dari sebagian pengguna. Pembukaan kelab malam halal itu sebagai oxymoron. Beberapa laporan mengatakan bahwa fotografi akan dilarang keras di dalam kelab dan juga orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun.(Sah)

5 dari 5 halaman

Arab Saudi Tangkap 2,5 Juta Orang Berstatus Pekerja Ilegal

Dream - Arab Saudi menangkap sebanyak 2,5 juta orang pekerja di Arab Saudi berstatus ilegal. Kerajaan Arab Saudi, dilaporkan Arab News, menyebut pelangkapan digelar selama setahun.

Sejak digelar November 2017, Kerajaan Arab Saudi menagkap sekitar 2.504.037 orang. Dari total itu, sebanyak 1.949.024 melanggar peraturan kependudukan, 383.033 melanggar peraturan perburuhan, dan 171.980 melanggar izin perbatasan.

Dari laporan yang diterima, sebanyak 41.233 orang diamankan ketika menyeberangi perbatasan Arab Saudi. Sebanyak 51 persen warga yang diamankan di perbatasan itu yaitu warga negara Yaman, 46 persen adalah warga Ethiopia, dan 3 persen adalah dari negara lain.

Sementara itu, sekitar 1.852 orang ditangkap karena mencoba menyeberang perbatasan ke negara-negara tetangga. Adapun sebanyak, 3.305 ditangkap karena terlibat dalam mengangkut dan menyembunyikan para pelanggar itu.

Denda langsung dikenakan terhadap 385.898 pelaku. Adapun sebanyak 345.075 orang dipindahkan ke misi diplomatik masing-masing untuk mendapatkan dokumen perjalanan.

Sebanyak 430.271 orang ditransfer untuk menyelesaikan reservasi perjalanan mereka dan 637.507 orang dideportasi. 

[crosslink_1]

 

Beri Komentar
Representasi Feminisme Versi Barli Asmara