Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Kontroversi `Selamat Natal` Muslim Malaysia

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 23 Desember 2014 12:11
Kontroversi `Selamat Natal` Muslim Malaysia
Mereka mengharapkan non-muslim untuk menghormati ajaran Islam yang tidak memperbolehkan umatnya ikut merayakan perayaan agama lain, termasuk Natal.

Dream - Sebuah LSM Muslim terkemuka di Malaysia terkemuka mendesak umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat dan ikut merayakan Natal.

Mereka mengharapkan non-muslim untuk menghormati ajaran Islam yang tidak memperbolehkan umatnya ikut merayakan perayaan agama lain, termasuk Natal.

" Anda (non-muslim) nampaknya memahami pelarangan mengucapkan Natal sebagai bentuk tidak menghormati agama Kristen," kata Abu Ameen, aktivis Ikatan Muslimin Malaysia (Isma) dalam sebuah komentar yang dikutip The Rakyat Post, Selasa 23 Desember 2014.

" Itu (pelarangan) adalah bagian tak terpisahkan dari keyakinan kami untuk menolak perayaan, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kesesatan dan kemurtadan," tambah Abu Ameen.

Menurutnya, mengucapkan Selamat Natal dilarang dalam Islam. Isma menegaskan pelarangan ini demi melindungi ajaran Islam di negara-negara Asia.

Abu mengatakan hak muslim untuk tidak ikut merayakan Natal harus dihormati oleh non-muslim. Selain itu, tak seorang pun yang berhak mengecam muslim atas pelarangan ini.

" Mereka berhak percaya dengan keyakinan mereka dan merayakan apa yang ingin mereka rayakan. Sebaliknya, mereka juga harus menghormati hak kami untuk tidak ikut merayakan atau mengucapkan," katanya.

Melayu Muslim berjumlah sekitar 60 persen dari 26 juta penduduk Malaysia. Sementara umat Kristen jumlahnya berkisar 9,1 persen. (Ism)

Beri Komentar