Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Natal (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Sebuah LSM Muslim terkemuka di Malaysia terkemuka mendesak umat Islam untuk tidak mengucapkan selamat dan ikut merayakan Natal.
Mereka mengharapkan non-muslim untuk menghormati ajaran Islam yang tidak memperbolehkan umatnya ikut merayakan perayaan agama lain, termasuk Natal.
" Anda (non-muslim) nampaknya memahami pelarangan mengucapkan Natal sebagai bentuk tidak menghormati agama Kristen," kata Abu Ameen, aktivis Ikatan Muslimin Malaysia (Isma) dalam sebuah komentar yang dikutip The Rakyat Post, Selasa 23 Desember 2014.
" Itu (pelarangan) adalah bagian tak terpisahkan dari keyakinan kami untuk menolak perayaan, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kesesatan dan kemurtadan," tambah Abu Ameen.
Menurutnya, mengucapkan Selamat Natal dilarang dalam Islam. Isma menegaskan pelarangan ini demi melindungi ajaran Islam di negara-negara Asia.
Abu mengatakan hak muslim untuk tidak ikut merayakan Natal harus dihormati oleh non-muslim. Selain itu, tak seorang pun yang berhak mengecam muslim atas pelarangan ini.
" Mereka berhak percaya dengan keyakinan mereka dan merayakan apa yang ingin mereka rayakan. Sebaliknya, mereka juga harus menghormati hak kami untuk tidak ikut merayakan atau mengucapkan," katanya.
Melayu Muslim berjumlah sekitar 60 persen dari 26 juta penduduk Malaysia. Sementara umat Kristen jumlahnya berkisar 9,1 persen. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya