Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instagram @ilunisma34
DREAM.CO.ID - Sebuah kejadian mengejutkan datang dari Warga Negara Indonesia (WNI) di Peru. Seorang staf Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) meninggal dunia ditembak mati saat sedang bersepeda dengan istrinya. Kejadian yang terjadi di depan apartemennya itu langsung merenggut nyawanya.
Anggota Kepolisian Nasional Peru langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk menyelidiki kejadian tersebut. Hingga saat ini, polisi menduga adanya motif balas dendam di balik pembunuhan itu.
Kronologi kejadian bermula saat staf KBRI sedang dalam perjalanan pulang bersama istrinya yang berada di gedung multi-keluarga Jalan Cesar Vallejo di distrik Lince. Tiba-tiba saja, Staf bernama Zetro Leonardo Purba itu dicegat oleh dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor.
Pelaku langsung melepaskan tiga tembakan ke arah Zetro. Sang istri yang berada bersamanya itu benar-benar terkejut. Korban lantas dibawa ke Klinik Javier Prado, namun takdir berkata lain. Ia meninggal dunia karena luka yang diderita sangat parah.
Beberapa televisi setempat menyiarkan CCTV kejadian yang memperlihatkan Zetro sedang bersepeda dengan istrinya. Ia tiba-tiba saja ditembak sebanyak tiga kali. Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motor.
Pihak kepolisian setempat menyebut bahwa ini merupakan kasus pembunuhan pertama yang ditangani tahun ini di distrik Lince. Polisi masih terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui motif di baliknya dan juga menangkap pelaku.
" Ini kasus pembunuhan pertama yang kami tangani tahun ini di distrik Lince. Kami masih belum mengetahui peristiwa dan mobil di balik serangan ini. Kami sedang melakukan investigasi untuk menentukan identitas penyerang," kata Komisaris Guivar pada stasiun televisi Peru Noticias.
Zetro sendiri diketahui baru lima bulan bertugas di Peru sebagai Junior Chancery Arranger di KBRI Lima. Kepergiannya meninggalkan satu istri dan tiga anak. Di samping polisi melakukan investigasi, berita ini juga menjadi perhatian warga Indonesia. Banyak yang berharap pelaku ditangkap secepatnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya