Polusi Udara Jakarta 3 Hari Terakhir Masih yang Terburuk di Dunia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 12 Agustus 2019 14:02
Polusi Udara Jakarta 3 Hari Terakhir Masih yang Terburuk di Dunia
Selama tiga hari kualitas udara Jakarta menempati yang terburuk

Dream - Kuliatas Jakarta pada Senin, 12 Agustus 2019 pukul 07.04 WIB masih yang terburuk di dunia. Dikutip dari laman Liputan6.com, mengambil data dari AirVisual, index kualitas udara atau air quality index (AQI) Jakarta sebesar 159.

Di posisi kedua, ada Tashkent, Uzbekistan dengan AQI 157 dan di posisi ke tiga negara dengan Lahore, Pakistan dengan AQI 155.

Dari data AirVisual, kualitas udara selama tiga hari di Jakarta masih menjadi yang terburuk di banding kota-kota lain di dunia.

Polutan yang ada di Jakarta berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer atau PM 2,5 yang merupakan salah satu indikator pencemaran udara mencapat 71 mikrogram per meter kubik.

Dalam data tersebut, diketahui kawasan Pagadungan, kalideres, Jakarta Barat penyumbang kualitas udara terburuk dengan AQI 191, penyumbang udara buruk ke dua berada di Rawamangun, Jakarta Timur dengan AQI 169 dan yang ketiga berada di Pejaten Barat, Jakarta Selatan dengan AQI 159.

(Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

1 dari 4 halaman

Wajarkah Kualitas Udara yang Buruk di Jakarta? Ini Kata Ahli FKUI

Dream - Kualitas udara yang buruk di Jakarta dan sekitarnya menjadi perhatian masyarakat selama beberapa pekan terakhir.

Menurut data Air Visual, kualitas udara Jakarta bisa mencapai 200 meskipun di akhir pekan.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Agus Dwi Susanto mengatakan, angka tersebut tidak bisa menjadi acuan karena indeks kualitas udara karena terus berubah.

" Kualitas udara terus berubah setiap hari dan hampir seluruh kota besar di Indonesia juga akan mengalami kondisi seperti ini. Bahkan di seluruh dunia," kata Agus, di Aston at Kuningan Suites, Jakarta Selatan, Senin, 5 Agustus 2019.

Sebuah penelitian juga menyatakan 92 persen orang di dunia menghirup udara buruk setiap harinya.

 

2 dari 4 halaman

Polusi Sebabkan Penyakit Mematikan

 (Foto: Dream.co.id)

(Foto: Dream.co.id)

Meski terbilang wajar, memburuknya kualitas udara di Jakarta dapat menjadi perhatian karena polusi menjadi penyebab utama kelima dari penyakit mematikan.

" Dari data WHO tahun 2015, lima hal yang menjadi penyebab utama penyakit mematikan adalah kolesterol, gula darah, hipertensi, rokok dan polusi udara, khususnya adalah Particle Meter (PM)," ujar dia.

Meski begitu, polusi juga berdampak pada kesehatan. Polusi di dalam ruangan, kata dia, bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), faringitis, batuk, sesak nafas, bersin dan lain-lain. 

3 dari 4 halaman

Efek Jangka Panjang Polusi Udara

" Sedangkak efek jangka panjangnya adalah penyakit paru-paru, asma, jantunh, steoke dan kanker, terutama kanker paru-paru," ucap dia.

Gas dari polusi, kata dia, bukan penyebab penyakit kronis tersebut, melainkan PM2,5 yang mengandung bahan karsinogen dan bersifat oksidatif. Bahan ini menimbulkan peradangan sistemik pada pembuluh darah.

 " Untuk polusi di dalam ruangan, sebaiknya jangan melakukan hal yang menambah polusi seperti merokok, jangan membuka ventilasi terlalu lebar, menjaga kebersihan, memakai air purifier dan pakai masker," ujar dia.

 

4 dari 4 halaman

Cara Atasi Polusi Udara Jakarta

Agus mengatakan, membuka ventilasi terlalu lebar dapat menyebabkan udara di dalam ruangan tercemar dengan udara luar. Dia menyarankan, setiap ruangan gunakan air purifier atau aloe vera sebagai pembersih udara alami.

Sedangkan untuk menghindari pengaruh buruk polusi di luar ruangan, Agus menyarankan, masyarakat agar memantau kualitas udara di sekitar, meminimalisir kegiatan di luar ruangan ketika udara kurang sehat, jangan menambah polusi dengan menggunakan kendaraan pribadi, atau membakar sampah, memakai masker, dan menjaga kesehatan tubuh.

" Kalau di dalam ruangan, pakai simple mask yang biasa digunakan sehari-hari. Kalau di luar ruangan pakai masker yang mampu memfiltrasi polutan minimal 95 persen. Dan jangan lupa makan makanan yang bersifat antioksidan," ujar dia.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie