Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Haji (Shutterstock.com)
Dream - DPR dan Kementerian Agama bersepakat adanya tambahan kuota haji 2019 sebanyak 10 ribu jemaah. Sehingga, jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini adalah 231 ribu.
" Komisi VIII DPR dan Menteri Agama telah menyepakati tambahan kuota haji reguler dan petugas haji tahun 1440 Hijriah atau 2019 Masehi sebanyak 10.000 orang," ujar Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Agama, dikutip dari Liputa6.com, Selasa 23 April 2019.
Penambahan kuota tersebut berdampak kepada meningkatnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji BPIH. RDP tersebut juga menyepakai adanya tambahan biaya sebesar Rp353.729.060.559.
Besaran dana tambahan tersebut dipenuhi dari sejumlah sumber. Antara lain Badan Pengelola Keuangan Haji sebesar Rp65 miliar, relokasi efisiensi dan pengadaan akomodasi Mekah 1440 H/2019 M Rp50 miliar, efisiensi nilai manfaat BPKH Rp50 miliar, serta APBN BA-BUN sebesar Rp183.729.060.559.
Selain itu, penambahan biaya juga diberikan untuk petugas haji sebesar Rp6.805.482.100.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan tambahan kuota haji akan dialokasikan ke semua provinsi secara proporsional.
" Untuk diketahui masing-masing provinsi itu memiliki kuota yang berbeda-beda, karena kuota itu ditentukan berdasarkan penghitungan sepermil dari jumlah populasi Muslim di sebuah provinsi tentu," ucap Lukman.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Persiapan haji 2019 dalam tahap akhir. Pemerintah saat ini sedang memastikan kesiapan fasilitas perjalanan penyelenggaraan ibadah haji.
Rencananya tiga menteri dari Kabinet Indonesia Kerja akan mengunjungi Arab Saudi untuk mengecek kesiapan haji, di akhir April 2019.
" Insya Allah nanti menjelang akhir April ini ibu Menko PMK bersama Menteri Kesehatan dan saya, akan kunjungan monitoring untuk melihat secara langsung di lapangan," ujar Lukman di Halal Park, GBK, Jakarta, Selasa, 16 April 2019 lalu.
Di sana, ketiga menteri itu akan berkoordinasi dan memonitor apa saja yang kurang dan solusi apa yang nantinya akan dihadirkan. Pengecekan itu dilakukan secara menyeluruh di semua sektor, termasuk di Armina.
Saat ini, Indonesia baru saja diberi tambahan kuota haji oleh Kerajaan Arab Saudi sebanyak 10 ribu. Artinya, tahun ini Indonesia mendapat kuota jemaah haji sebanyak 231 ribu.
Pada awal penetapan kuota haji 2019, pemerintah menetapkan kuota haji Indonesia sebanyak 221 ribu dengan rincian, 204 ribu digunakan jemaah haji reguler dan 17 ribu untuk jemaah haji khusus. (ism)
Dream - Kuota jemaah haji Indonesia 2019 dipastikan bertambah sebanyak 10 ribu jemaah. Kepastian itu diperoleh setelah Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz mengabarkan keputusan penambahan itu saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi.
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin menjelaskan pemberian penambahan kuota ini akan berdampak pada sejumlah hal salah satunya Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019.
Menurut Lukman, salah satu hal yang jelas terlihat adalah adanya biaya tambahan untuk melayani 10 ribu jemaah haji.
“ Bersama DPR, kami sudah menyepakati biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp7,039 triliun untuk 204.000 jemaah. Itu artinya untuk 10.000 jemaah baru sebagai tambahan kuota diperlukan tambahan biaya tak kurang dari Rp346 Miliar," kata Lukman, melalui keterangan tertulisnya, Senin, 15 April 2019.
Lukman menyebut, penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter.
" Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya,” ujar dia.
Dampak lain yang muncul dari penambahan kuota itu adalah pengadaan layanan haji di dalam negeri dan luar negeri.
Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji. Apalagi, proses penerbitan visa saat ini mempersyaratkan rekam biometrik yang saat sedang berjalan dan di sejumlah daerah sudah hampir selesai.
“ Kami harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi,” ucap dia.
“ Kami juga harus menambah petugas kloter. Jumlah 10 ribu setidaknya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter,” kata dia.
Sementara itu, di luar negeri, hampir seluruh pengadaan layanan akan terdampak.
“ Penambahan kuota tentu akan menambah kebutuhan hotel yang saat ini sudah banyak dipesan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia,” ucap dia.
Untuk akomodasi di Mekah, penambahan kuota akan berdampak pada sistem zonasi. Sistem ini baru diterapkan tahun ini.
“ Penyediaan akomodasi di Mekah yang saat ini sedang berjalan, sudah hampir final dengan skema zonasi. Karenanya, kemungkinan besar, khusus untuk tambahan 10ribu ini tidak lagi menggunakan sistem zonasi,” ucap dia.
Selain akomodasi, kebutuhan lainnya yang harus disiapkan yaitu bus sholawat dan biaya angkut bagasi. “ Semua membutuhkan biaya, baik direct maupun indirect. Karenanya, Kemenag akan segera melakukan pembahasan dengan DPR untuk mendapatkan persetujuan terkait penambahan kuota ini,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya