Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wu Qihang (kiri)
Dream – Jika dilihat sepintas, pria berusia 59 tahun ini tampak baik-baik saja. Tapi, siapa sangka, pria ini adalah seorang pengidap kanker.
Bahkan, dia telah berjuang melawan kanker selama dua dekade. Namanya Wu Qihang.
Dilansir dari Shanghaiist, Minggu 28 Agustus 2016, Wu didiagnosa mengidap kanker kandung kemih pada tahun 1996. Penyakit itu diidapnya ketika anak perempuannya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Awalnya, Wu ingin mengakhiri hidupnya karena tak sanggup menerima kabar tersebut. Tapi, perlahan dia bisa menerima kemoterapi dan operasi untuk mengobati kankernya.
Tak dapat dipungkiri, pengobatan itu berpengaruh terhadap fisik Wu. Sebut saja kemoterapi melemahkan sistem imun tubuh sehingga Wu mudah terserang flu. Pria ini juga kehilangan rambutnya akbat kemoterapi.
Penderitaan Wu belum berakhir. Pria yang tinggal di Guiyang, Guizhou, Tiongkok, ini kembali divonis kanker terkena kanker paru-paru. Kemudian, Wu menyerah dengan terapi kemoterapi. Wu berkata sel kanker terus menghasilkan sel-sel baru dan mereka menutup pembuluh darah di kandung kemih. Pria ini juga dipaksa untuk menjalani operasi biasa yang menyakitkan untuk membuka kembali kandung kemih yang tertutup oleh sel kanker. Total operasi yang dijalaninya adalah sebanyak 17 kali.Wu pun divonis oleh dokter hidupanya tak akan lama.
Kenyataan ini membuat Wu harus mengambil cara pengobatannya sendiri. Pria ini membawa anak anjingnya, tenda, dan mulai mendaki gunung. Di sana, semangat Wu dibangkitkan oleh embusan angin, kicauan burung, dan bunyi-bunyian serangga. Tak hanya itu, dia juga mengambil latihan fisik, seperti angkat barbel dan tinju untuk menekan rasa sakitnya.
Wu pun memaksakan dirinya untuk makan apa pun untuk kembali memulihkan dirinya setelah dioperasi.
Kini, Wu menjadi pribadi yang lebih sehat. Tak disebutkan apakah kanker yang diidapnya sudah lenyap atau belum. Bertahun-tahun berlalu, Wu bertemu dengan mantan dokternya. Dokter itu terkejut melihat Wu sehat dan kuat. “ Anda masih hidup?” Kalimat ini yang terlontar dari mulut dokter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya