Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Finza Eka Laura, Gadis Cilik Yang Mengalami Perut Bengkak Sejak Usai 3 Tahun (beritajatim.com)
Dream - Usia Finza Eka Laura masih begitu kecil, 9 tahun. Tetapi, dia sudah harus merintih menahan sakit akibat benjolan di perutnya yang kian hari semakin membesar.
Gadis cilik yang tinggal di Dusun Pondok Asem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur ini mengidap penyakit aneh. Perutnya membesar sejak Finza berusia 3 tahun dan selama itu pula dia hanya bisa tergolek di atas tempat tidur.
Parahnya, selama enam tahun mengidap penyakit itu, Finza belum pernah sekalipun mendapat penanganan medis. Ini lantaran orangtuanya, Eko Cahyono dan Sri Utami tidak memiliki biaya untuk pengobatan Finza.
" Dulu pernah diperiksa ke dokter, tapi nggak dikasih obat. Sempat saya bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi, disarankan ke Surabaya, karena tak punya biaya jadi berhenti," ujar ibu Finza, Sri Utami, dikutip dari beritajatim.com.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, orangtua Finza hanya bekerja serabutan. Sesekali mereka bekerja mencari ikan sebagai buruh nelayan. Apa yang mereka dapat tidak cukup untuk membayar biaya berobat bagi Finza.
" Kadang kalau ada kerjaan, ya buruh di sawah, kalau nggak, ya ke laut mencari ikan itu," kata ayah Finza, Eko Cahyono.
© Dream
Ketiadaan biaya memaksa Eko dan Sri membawa Finza ke paranormal. Mereka juga terkadang membawa Finza ke pengobatan alternatif dan mengobati gadis cilik itu dengan obat herbal.
" Sampai sekarang paling hanya diberi obat herbal dan obat tradisional," kata Eko.
Eko mengatakan untuk persoalan makan, Finza tidak memiliki masalah. Meski begitu, kondisi dia semakin melemah dari hari ke hari. Badannya semakin kurus, sementara perutnya terus membesar.
" Sekarang sudah nggak mau jalan sejak tahun baru kemarin," kata Eko.
© Dream
Dream - Apa yang menimpa Finza sebenarnya sempat didiagnosa. Berdasarkan diagnosa luar, dokter menyatakan gadis kecil itu mengidap Talasemia. Tetapi, ini hanya diagnosa sementara lantaran Finza belum pernah menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.
" Katanya dokter seperti ada pembengkakan limpa, di situ juga katanya sel darah merah yang digerogoti oleh darah putih," ucap Eko.
Kondisi Finza sempat mendapat perhatian pemerintah desa. Tetapi, bentuk perhatian tersebut dinilai belum sepenuhnya membantu.
" Sudah dikasih uang dari Pak Kades untuk mengurus BPJS, tapi belum kami periksakan, takut nanti biayanya mahal. Masih menunggu Pak Kasun dan Pak Kades katanya mau bantu," ucap Sri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya