Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Facebook Mohd Syafie)
Dream - Tahun ini jutaan jemaah dari berbagai negara berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Rasa syukur dan bahagia mewarnai perasaan mereka yang beruntung bisa melaksanakan Rukun Islam ke lima ini.
Pasalnya, tak mudah untuk bisa menjalani ibadah haji. Dibutuhkan biaya yang besar. Bahkan jika belum 'dipanggil', orang yang memiliki cukup biaya pun belum tentu bisa melakukan ibadah haji.
Namun lain ceritanya dengan jemaah yang satu ini. Seolah membuktikan kuasa mutlak Allah, pria ini berkesempatan dua kali pergi haji tanpa mendaftar.
Pria bernama Mohd Syafie ini membagikan kisah inspiratifnya pada thevocket.com. Ia mengisahkan, cerita bermula kurang lebih 10 tahun lalu. Tepatnya tahun 2005, ketika ia berada di tahun terakhir pendidikannya di universitas. Kala itu Syafie baru berusia 21 tahun.
Seorang dosen bernama Jefry Zain yang mengajar salah satu kelas yang diambil Syafie, suatu ketika pernah meminta pada para mahasiswanya untuk menuliskan cita-cita yang ingin mereka capai dalam 5-10 tahun ke depan. Antara banyak hajat yang diinginkan, Syafie menuliskan, ia ingin naik haji dengan istrinya kelak meskipun belum tahu dengan siapa ia akan menikah nanti.
Dalam secarik kertas ia tuliskan, " Saya akan dapat capai hajat ini! Dengan keyakinan, Allah akan makbulkan hajat ini. The rest, let's magic do their work."
© Dream
Waktu berjalan, pada pertengahan tahun 2006, Syafie menyelesaikan kuliahnya dan diwisuda. Dan kemudian tiba-tiba mendapat tawaran untuk bertugas di Arab Saudi pada tahun 2007. Ia tidak pernah membayangkan sebelumnya akan bekerja di luar negeri.
Tapi benar saja, rencana Allah sangat cantik. Pihak Arab Saudi meminta rekomendasi ke universitas tempat ia berkuliah. Dan pihak kampus menyodorkan nama Syafie kepada mereka.
Syafie pun merasa 'dijemput' Allah dengan 'karpet merah'. Selama bertugas di Saudi, ia bukan saja boleh menunaikan haji, tapi diperbolehkan umroh setiap minggu.
© Dream
Pada awal 2008, ia kemudian terbang ke Jeddah untuk memulai tugas. Ia pun menikah dengan gadis bernama Ira Abdullah selepas musim haji pada 2008. Dan akhirnya, mereka menunaikan rukun Islam ke-5 bersama-sama pada bulan Zulhijjah pertama sebagai suami istri pada 2009.
Saat melakukan tawaf di Tanah Suci, tiba-tiba ia teringat kembali pada hajat yang dicatatkannya 4 tahun silam dalam secarik kertas. Air mata pun tak terbendung. Ia merasa betapa Allah sayang padanya. Dan begitu cantiknya jalan yang dirancang Allah untuk memakbulkan doanya.
(Sumber: thevocket.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya