Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Tiga Siswi MAN Lab UIN Jakarta Usai Meraih Juara I LKTIR 2016 (kemenag.go.id)
Tiga siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lab UIN, Ika Nur Azizah, Selvi Hidayah, dan Ayatul Marifah, membuat inovasi yang membanggakan.
Dream - Tiga siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lab UIN membuat inovasi yang membanggakan. Mereka berhasil menciptakan tisu yang dapat mendeteksi zat berbahaya seperti formalin dan borax.
Ketiga siswi itu adalah Ika Nur Azizah, Selvi Hidayah, dan Ayatul Marifah. Ketiganya tergabung dalam tim Briliant Research Club (BRC).
Inovasi ini lahir dari keprihatinan banyaknya makanan mengandung formalin dan borax yang beredar bebas di masyarakat. Sementara banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya dua zat berbahaya tersebut sehingga mengonsumsi makanan dengan sembarangan.
"Kami bertiga merasa gelisah ketika melihat banyak makanan yang mengandung zat kimia berbahaya, namun terkadang masyarakat tidak kuasa dan tidak tahu caranya bagaimana menguji makanan-makanan tersebut," ujar Ika Nur Azizah, siswi kelas XII MAN Lab UIN sekaligus ketua tim peneliti, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu, 24 Agustus 2016.
Mereka berpikir keras bagaimana membuat cara yang praktis dalam mendeteksi zat berbahaya. Mereka menuliskan hasil inovasinya dalam karya tulis ilmiah yang lantas diikutkan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja (LKTIR) bidang kimia digelar Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Islam Indonesia (UII).
"Alhamdulillah, kami dapat meraih juara I pada LKTIR tahun ini," kata Ika.
Pembimbing penelitian MAN Lab UIN Ahmad Arief Maruf mengakui ketiga siswinya cukup gigih dan bekerja keras dalam penelitian ini. Dia mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan tiga anak bimbingannya.
"Saya senang atas kegigihan mereka. Setelah berkali-kali penelitian mereka gagal akhirnya kesabaran mereka membuahkan hasil," kata Arief.
LKTIR merupakans salah satu acara dalam rangkaian Chemistry Education Fair (ChemEduFair). Gelaran ini diadakan di Gedung Prof Zanzawi Soejoeti FMIPA UII pada 20 Agustus lalu, diikuti para pelajar SMA/SMK/MA se-Indonesia.