Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Adegan Iklan Layanan Masyarakat Kemenkes (Youtube)
Dream- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali meluncurkan iklan layanan masyarakat pengendalian tembakau. Masih mengangkat pengalaman Robby Indra Wahyuda (27), perokok dengan tenggorokan berlubang, Kemenkes kali ini mengampanyekan iklan berjudul " Rokok itu Murah, Obatnya yang Mahal" .
" Kami melalui Kemenkes meningkatkan bagaimana agar anak kita tidak tersentuh rokok dan tidak menyentuh iklan rokok," ujar Kepala Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Eni Gustina, MPH ditemui di Kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa, 29 September 2015.
Menurut Eny, Kemenkes sebelumnya telah meminta bantuan mendiang Robby untuk ikut berpartisipasi dalam menyebarkan kampanye bahaya rokok. Mendiang dianggap aktif dalam melakukan kegiatan anti rokok.
Lebih jauh, Kemenkes berharap kisah nyata Robby bisa menjadi pelajaran bagi anak muda untuk menghindari rokok.
Eni berharap kemunculan iklan kampanye layanan masyarakat pengendalian tembakau yang ketiga ini bisa membatasi beredarnya promosi rokok di masyarakat. Targetnya, jangan sampai iklan ini semakin menjamah anak-anak.
Data Kemenkes menyebutkan 67 persen laki-laki dewasa di Indonesia adalah perokok. Sementara 20 persen anak usia 13 sampai 15 tahun sudah menjadi perokok aktif.
" Kita berharap agar generasi muda tidak menjadi perokok. demikian juga untuk generasi dewasa untuk berhenti merokok. keduanya sangat penting," kata Eni.
Tidak hanya melalui iklan, Kemenkes juga mengaku gencar menerbitkan peraturan bersama sejumlah kementerian lain terkait bahaya rokok. Salah satu diantaranya adalah Program Bina Keluarga Bersih berkerjasama dengan sejumlah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Tak hanya di ibukota, Kemenkes memastikan akan menyosialisasikan kampanye kota-kota besar lainnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya