7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Di Pelabuhan Sunda Kelapa (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pelabuhan Sunda Kelapa, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 10 Juni 2021. Sekitar 1.000 lebih orang ikut dalam vaksinasi massal tersebut.
Vaksinasi dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Menurut Jokowi, mobilitas masyarakat yang tinggi di sana berpotensi besar menimbulkan penularan Covid-19 antara ABK Kapal dengan petugas bongkar muat barang.
“ Saya berkungjung untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di pelabuhan sunda kelapa, yang ditujukan untuk para pekerja pelabuhan dan juga warga masyarakat di sekitar pelabuhan sunda kelapa,” tutur Jokowi dalam keterangan pers di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara.
“ Vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah penyebaran covid terutama mereka adalah orang yang interaksinya tinggi, baik sebagai ABK, maupun pekerja bongkar muat yang kapalnya berasal dari pulau yang lain.
Dari pelaksanaan vaksinasi tersebut diharapkan bisa memberikan perlindungan bagi warga di pelabuhan dan bahkan bisa berlanjut hingga bertambah jumlahnya.
“ Sehingga dengan vaksinasi ini diharapkan ada perlindungan bagi pekerja di Sunda Kelapa ini dan penyebaran covid-19 bisa dicegah,” tegasnya.

Sebelum memantau vaksinasi di Tanjung Priok, Presiden Jokowi sempat meninjau vaksinasi massal di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Vaksinasi tersebut diperuntukkan bagi para pelaku transportasi dan pelaku Usaha Mikro kecil dan Menengah di dekat Terminal Kampung Rambutan.
Jokowi menjelaskan perlunya melakukan vaksinasi di lokasi tersebut, sebab tingginya mobilitas ke luar kota dan interaksi masyarakat yang juga berpotensi menularkan virus corona.
“ Kenapa kita berikan vaksinasi disini, karena para pelaku (usaha transportasi) disini adalah yang interaksinya sangat tinggi dengan masyarakat, dan mobilitas ke luar kota sangat tinggi, sehingga kita berikan prioritas,” jelasnya.

Masyarakat yang mendapat vaksin dalam kesempatan tersebut adalah para sopir angkutan, baik kernet maupun sopir, dan juga masyarakat di sekitar terminal.
Pemerintah berharap dengan vaksinasi massal terhadap sekitar 1000 warga di Terminal Kampung Rambutan mampu memberikan perlindungan dari penyebaran Covid-19.
“ Kita harapkan dari kurang lebih 1000 pada hari ini yang divaksinasi, ini akan memberikan perlindungan terhadap penyebaran covid-19,” pungkasnya.
Hadir mendampingi presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Tak hanya memprioritaskan suntikan vaksin kepada lansia, vaksinasi Covid-19 juga diberikan kepada kalangan seniman, pelaku wisata, dan juga jasa transportasi. Pemerintah RI menargetkan setidaknya 181,5 juta penduduk menerima vaksinasi, sehingga terciptalah kekebalan kelompok.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?