5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) telah melonggarkan rekomendasi perjalanan ke lebih dari 110 negara. Singapura dan Jepang masuk dalam daftar negara yang mengalami pelonggaran tersebut.
Dalam daftar yang diunggah ke laman resminya, CDC membuat empat pemeringkatan, didasarkan pada kondisi Covid-19 di masing-masing negara.
Dalam daftar baru tersebut, menurut laman Straits Times, terdapat 61 negara yang diturunkan dari peringkat bahaya Level 4 tertinggi yang melarang semua perjalanan ke level leebih rendah.
Sebanyak 50 negara dan wilayah lainnya diturunkan ke Level 2 dan Level 1. Pedoman tersebut merekomendasikan semua pelancong ke tujuan mana pun untuk terlebih dahulu divaksinasi sepenuhnya.
Level 3 menyarankan semua individu yang tidak divaksinasi agar tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke negara-negara tersebut.
Level 2 menyatakan individu yang tidak divaksinasi yang berada pada peningkatan risiko penyakit parah akibat Covid-19 harus menghindari perjalanan yang tidak penting.
Sedangkan Level 1, peringkat untuk negara-negara yang dianggap paling aman untuk bepergian, mengatakan siapa pun yang divaksinasi penuh dapat bepergian.
Negara-negara dengan peringkat terendah untuk risiko Covid-19 sekarang termasuk Singapura, Israel, Korea Selatan, Islandia, Belize, dan Albania.
Di antara mereka yang sekarang terdaftar di Level 3 adalah Prancis, Ekuador, Filipina, Malaysia, Indonesia, Afrika Selatan, Kanada, Meksiko, Rusia, Spanyol, Swiss, Turki, Ukraina, Honduras, Hongaria, dan Italia.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan sedang dalam proses merevisi travel advisory untuk mencerminkan perubahan CDC. Pada Selasa pagi, Departemen Luar Negeri telah menurunkan peringkatnya di lebih dari 90 negara dan wilayah, termasuk untuk Jepang.
Pada 24 Mei, Departemen Luar Negeri telah mendesak warga AS agar tidak melakukan perjalanan ke Jepang. Alasannya, terdapat gelombang baru kasus virus corona sebelum Olimpiade Tokyo akan dimulai pada 23 Juli.
Peringatan Departemen Luar Negeri menimbulkan kekhawatiran dan mendorong Gedung Putih untuk menegaskan kembali dukungannya terhadap rencana Tokyo menyelenggarakan Olimpiade musim panas ini. Juga untuk atlet AS yang bersaing di sana meskipun ada gelombang infeksi baru dan tingkat vaksinasi yang rendah di negara tuan rumah.
Penonton asing telah dilarang, dan penyelenggara diharapkan membuat keputusan akhir bulan ini tentang penonton domestik.
CDC mengatakan perubahan itu terjadi setelah merevisi kriteria pemberitahuan kesehatan perjalanan. CDC juga telah merevisi peringkatnya untuk Amerika Serikat ke Level 3 dari Level 4.
Berikut pemeringkatan negara yang disusun CDC sebagai panduan warga AS jika ingin bepergian di tengah pandemi Covid-19.
Level 4 " sangat keras" waspada risiko Covid-19
Di level ini, warga AS diminta mengindari bepergian ke negara-negara ini. Jika harus bepergian ke sana, mereka diharuskan sudah divaksinasi penuh sebelum berangkat.
Negara tersebut yaitu: Bangladesh, Brasil, India, Irak, Belanda, Korea Utara, Pakistan, Arab Saudi, Sri Lanka, Swedia.
Level 3 peringatan " keras"
Di negara-negara masuk peringkat ini, warga AS diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum bepergian. Pelancong yang tidak divaksinasi harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan ini.
Negara tersebut yaitu: Kanada, Prancis, Jerman, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Malaysia, Filipina, Afrika Selatan, Spanyol, Swiss, Thailand, Uni Emirat Arab, Inggris Raya.
Level 2 peringatan " sedang"
Pelancong diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum bepergian ke destinasi-destinasi tersebut. Mereka yang tidak divaksinasi berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah akibat Covid-19 harus menghindari perjalanan yang tidak penting ke tujuan-tujuan ini.
Negara tersebut yaitu: Bhutan, Kamboja, Finlandia, Guam, Kenya, Mauritius, Uganda
Level 1 peringatan " rendah"
Pelancong diharuskan sudah divaksinasi lengkap sebelum melakukan perjalanan ke destinasi tersebut.
Negara/wilayah yang dimaksud yaitu: Australia, Brunei Darussalam, China, Hong Kong, Israel, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman