Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tes Cepat COVID-19 Gratis Di Jalan Genteng Besar, Surabaya, Jawa Timur (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Dream - Infeksi akibat mutasi virus corona varian Inggris (B117) ditemukan pada pasien dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur yang saat ini mengalami lonjakan kasus baru. Meski ditemukan, belum bisa dipastikan varian tersebut menjadi penyebabnya.
Kepala Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Maria Lucia Inge Lusida, mengatakan temuan ini didapat dari hasil pelacakan Genome Sequencing. Hasilnay tim menemukan dua varian baru Covid-19.
" Dua varian tersebut, B117 atau varian Alpha yang awalnya ditemukan di Inggris dan B1351 varian Beta asal Afrika Selatan. Yang B117 dari Bangkalan dan B1351 dari Jember," ujar Maria, dikutip dari Jatimnow.
Meski demikian, Maria mengatakan belum dapat disimpulkan varian baru tersebut menjadi sebab lonjakan kasus Covid-19 di Madura, khususnya Bangkalan. Perlu penelitian epidemiologis untuk menentukan penyebab yang sebenarnya.
" Itu masih dugaan, perlu pengamatan yang lebih cermat dan melibatkan ahli epidemiologi untuk memastikan hal itu," kata dia.
Pakar Imunologi Universitas Airlangga, dr Agung Dwi Wahyu Widodo, membenarkan temuan tersebut. Dia mengatakan infeksi varian baru Covid-19 didapat dari sampel yang diambil pada pasien asal Bangkalan.
" Ada salah satu pasien yang dirawat yang berasal dari Bangkalan yang swabnya menunjukkan dia terinfeksi varian B117 dari UK atau oleh WHO sekarang disebut varian Alpha," kata Agung.
Agung menyatakan varian baru ini memiliki tingkat penularan tinggi. Kemampuan penularan dari varian ini sekitar 40-90 persen lebih cepat dari varian asalnya.
Kasus infeksi B117 saat ini paling banyak dilaporkan di berbagai negara. Dalam catatan WHO, terjadi peningkatan kasus hingga 49 persen di Asia Tenggara akibat B117.
" Ini menunjukkan jika suatu daerah teridentifikasi varian ini, menurut WHO maka kita harus bersiap-siap mendapatkan (lonjakan) kasus yang cepat," kata Agung.
Agung mencontohkan kasus di Inggris begitu cepat menular. Tingkatnya mencapai hingga 90 persen dalam waktu singkat.
" Di Amerika, doubling time-nya dalam 10 hari. Kasus 100 menjadi 200 dalam waktu 10 hari," terang dia.
Mengingat tingkat penularan yang cepat, Agung berharap Pemerintah dapat menambah fasilitas isolasi dan perawatan di rumah sakit. Terlebih, pasien yang terserang varian ini dapat meninggal dalam waktu relatif cepat, dua hari usai infeksi mulai terjadi.
" Saya juga dapat laporan, seringkali pasien yang terpapar virus ini kurang dari dua hari sudah meninggal, cepat sekali," kata dia.
Lebih lanjut, Agung juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak kendor dengan protokol kesehatan. Dia menegaskan virus ini bukan varian yang sama dengan saat awal pandemi melanda.
" Ini virus baru yang bahasa awan dibilang ganas dan menyebabkan kondisi besar dan tidak menutup kemungkinan menyebabkan reinfeksi pada pasien yang pernah terkena Covid-19," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam