Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Lebih 500 Ribu Akun Twitter di Arab Saudi Diduga Palsu

Reporter : Ervina
Rabu, 21 Mei 2014 19:00
Lebih 500 Ribu Akun Twitter di Arab Saudi Diduga Palsu
Otoritas keamanan Arab Saudi mendeteksi lebih dari 500 ribu akun Twitter diduga palsu. Mengapa pemerintah belum berniat memblokirnya ?

Dream - Otoritas keamanan Arab Saudi baru-baru ini mendeteksi lebih dari 500 ribu akun Twitter yang diduga palsu. Keberadaan akun tersebut dikhawatirkan mengancam keamanan kerajaan dan memicu kondisi tidak kondusif di tengah masyarakat.

Menerima laporan tersebut juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Mayor Jenderal Mansour Al Turki menyatakan belum berniat memblokir situs jejaring sosial. Ia menilai langkah tersebut bukan merupakan bagian dari strategi keamanan Kerjaan Arab Saudi.

" Kami tidak ingin melakukan setiap pekerjaan yang tidak membawa hasil yang positif. Tidak perlu untuk memiliki account Twitter untuk berinteraksi dengan masyarakat," katanya seperti dilansir Saudi Gazette.

Menurut studi GlobalWebIndex, sekitar 51 persen penduduk Arab Saudi menjadi pengguna aktif Twitter. Terkuaknya kabar tersebut menimbulkan perdebatan dari beragam kalangan karena menganggap pembahasan agama dan politik dirasa kurang pantas hingga tergolong ilegal untuk dibicarakan di media sosial.

Laporan terbaru ini dirilis sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengakhiri anonimitas pengguna micro-blogging besutan Jack Dorsey tersebut di negeri penghasil minyak terbesar di dunia ini. Pemerintah berupaya membatasi orang dalam mendaftar akun baru yang kemudian diketahui sebagai akun palsu.

Secara gamblang, Grand Mufti seorang ulama Arab Saudi mendeskripsikan pengguna situs micro-blogging layaknya seorang badut yang menghabiskan waktu secara percuma untuk sebuah diskusi yang tidak ada gunanya. Al Turki merupakan salah seorang petinggi yang menolak memiliki akun Twitter karena mengganggap " tidak perlu untuk berinteraksi dengan masyarakat" .

Beri Komentar