Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kasus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) kembali ditemukan di Amerika Serikat. Kasus ketiga ini diketahui menginfeksi seorang pria tidak dikenal asal Illinois. Sebelumya pria ini diketahui melakukan kontak dengan pria asal Indiana yang didiagnosis terinfeksi virus MERS.
Beruntung pria ini kemudian sudah sehat dan terbebas dari serangan virus mematikan tersebut. Kenaikan jumlah kasus MERS di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia telah memicu kekhawatiran. Meski demikian, peningkatan jumlah kasus yang dilaporkan tidak sama dengan jumlah peningkatan kasus yang ditemui di lapangan. Dua kasus sebelumnya yang dilaporkan di Amerika Serikat yakni ditemukannya dua petugas kesehatan di Indiana dan Florida yang baru kembali dari Arab Saudi. Demikian dilansir laman CNN, Rabu, 21 Mei 2014.
Untuk mengantisipasi penyebaran virus korona, kini pengujian MERS pun diperluas dari orang-orang yang diduga membawa penyakit parah hingga ke orang dengan keluhan penyakit ringan. Angka kematian terkait dengan infeksi ini diprediksi akan menurun dari perkiraan sebesar 30 persen.
Sama halnya dengan sejumlah penyakit menular seperti influenza, SARS, HIV/AIDS dan ebola yang sempat menjadi pandemi, sekitar 70% penyebab MERS berasal dari satwa liar. Studi terhadap unta yang dilakukan di Arab Saudi menunjukkan mayoritas memiliki riwayat terinfeksi coronavirus MERS.
Sedikitnya sepertiga dari unta muda diketahui membawa virus menular ini, mengingat induk unta melahirkan di musim semi. Bukan tidak mungkin jika penyebaran virus lebih cepat terjadi pada musim semi dan musim panas. Hal ini menjadi penyebab lonjakan keluhan kasus MERS yang ditemukan di lapangan.
Manusia dapat terinfeksi setelah melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, atau melalui konsumsi daging dan produk hewani lainnya. Virus corona dapat berkembang dan menurunkan kekebalan tubuh, berkembang pada saluran mulut dan hidung manusia.
Saat seorang yang telah terinfeksi virus corona bersin, maka bukan tidak mungkin ia juga akan menginfeksi orang lain di sekitarnya. Virus corona MERS diketahui stabil dalam tubuh manusia selama 48 jam, sehingga sulit untuk menentukan sumber infeksi virus terutama saat pasien tengah dalam proses observasi tenaga medis.
Namun hingga saat ini, kasus penularan dari manusia ke manusia baru dilaporkan dari pihak rumah sakit dan di satu kelompok keluarga yang di dalamnya ada kontak dengan orang yang terinfeksi. Pola infeksi tersebut memperlihatkan virus mulai berkembang dengan cara baru bukan lagi melalui kontak manusia dengan hewan dan sudah mulai berkembang menjadi ancaman pandemi.
Baru-baru ini pemerintah Arab Saudi diketahui mengundang ahli kesehatan internasional untuk bersama-sama mengatasi tantangan global MERS. Mengingat di Arab Saudi terdapat lebih dari 7 juta pekerja asing dengan 3 juta jamaah yang setiap tahunnnya berziarah ke tanah suci. Saat ini virus dan bakteri resisten antibiotik yang berpotensi pandemi terus muncul di seluruh dunia sebagai penyakit menular, namun informasi mengenai pengobatan dan vaksin terus dikembangkan agar MERS tidak menjadi ancaman dunia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya