Operasi Caesar Luka Terbuka, Organ Dalam Terburai

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 22 Mei 2015 16:05
Operasi Caesar Luka Terbuka, Organ Dalam Terburai
Sam Bell merasa celana jeans yang dipakainya menempel ke perut. Saat membuka celananya, luka di perutnya ikut terbuka sehingga usus dan lambungnya terburai.

Dream - Ibu muda asal Liphook, Hampshire, Inggris, Sam Bell mengalami kejadian mengerikan. Organ dalamnya, lambung dan usus, terburai lantaran luka bekas operasi caesar terbuka.

Sam meninggalkan rumah sakit tiga hari setelah melahirkan putrinya, Chloe. Bidan yang membantunya melahirkan lewat operasi caesar telah mengambil benang jahitan luka itu.

Tetapi, ketika Sam berdiri di rumahnya, dia merasa celana jeans yang dipakainya melekat ke perut. Ketika dia berusaha membuka celananya, luka di perutnya ikut terbuka sehingga lambung dan ususnya keluar.

Dia segera menghubungi rumah sakit dan 40 menit kemudian ambulans datang. Bell sempat merasa khawatir tidak mampu berdiri lebih lama lagi.

" Itu cukup sulit karena saya menangis, tetapi berusaha untuk tidak menangis karena saya tidak tahu berapa banyak lagi yang keluar dari tubuh saya," ujar Sam, dikutip dari metro.co.uk, Jumat, 22 Mei 2015.

Sam kemudian mendapat pertolongan pertama serta dibawa ke rumah sakit. Dia harus menjalani perawatan selama empat hari.

Atas insiden ini, Pengelola Rumah Sakit St Hellier melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf.

" Kami sepenuhnya memohon maaf kepada Sam atas pengalaman menyedihkan ini," ungkap juru bicara tersebut. (Ism) 

[crosslink_1]

1 dari 5 halaman

Kisah Nyeri Felinda, Si Cantik dengan Setumpuk Penyakit

Kisah Nyeri Felinda, Si Cantik dengan Setumpuk Penyakit

Dream - Wajahnya cantik dengan rambut sebahu yang terurai indah. Kakinya yang jenjang berpadu sempurna dengan high-heels yang dikenakannya.

Wanita bernama Felinda Soh itu memang cantik. Tapi itu hanyalah penampilan luarnya. Di dalam, Felinda merasakan sakit yang amat sangat.

" Saat ini, aku sakit, perutku terasa nyeri," kata wanita cantik berusia 37 tahun tersebut.

Felinda punya penyakit di bagian usus dan hatinya. Dia sudah tak ingat lagi berapa kali keluar masuk rumah sakit sejak masih remaja.

Felinda menderita hipotiroidisme, sebuah kelainan di mana kelenjar tiroid tidak cukup mampu menghasilkan hormon tiroid. Akibatnya, Felinda akan susah buang air besar.

Tidak hanya itu saja, Felinda juga menderita adhesi kolik, bentuk nyeri kronis yang disebabkan oleh pergerakan usus. Felinda juga punya benjolan di payudara yang sudah diangkat beberapa tahun yang lalu.

Dia sudah tidak memiliki kolon karena sudah diangkat pada 2008 setelah diserang penyakit radang usus.

" Aku sudah tidak bisa makan makanan yang mengandung serat. Jadi aku sudah tidak makan sayuran lagi. Jika nekat, aku akan terus-terusan muntah," katanya.

Penderitaan Felinda seakan tak berhenti di situ saja. Felinda memiliki penyakit langka von Willebrand, sebuah gangguan darah yang menyebabkan darahnya sulit membeku.

Penyakit langka tersebut diketahui Felinda lebih dari 10 tahun yang lalu. Akibatnya, selama ini dia harus melalui terapi pergantian darah dua kali seminggu.

Sebelumnya, Felinda menghabiskan dana hampir US$ 10.000 atau sekitar Rp 130 juta per bulan. Kini, setelah disubsidi medis, Felinda hanya perlu membayar US$ 3.000 atau sekitar Rp 39 juta saja.

" Jadi aku sudah tidak bisa memiliki anak," kata Felinda yang menikahi seorang manajer bisnis makanan.

Felinda mengatakan dia begitu tertekan tentang kondisi medis yang dialaminya sehingga pernah mencoba bunuh diri. Namun, dia teringat dengan nenek serta suaminya tercinta sehingga kini lebih fokus untuk menghargai hidup dan kehidupan.

2 dari 5 halaman

Penyakit Aneh, Gadis Cantik Ini Makan Saat Tidur Lelap

Penyakit Aneh, Gadis Cantik Ini Makan Saat Tidur Lelap

Dream - Kate Archibald bertambah berat badannya secara misterius di tahun pertamanya di Universitas Aberdeen, Skotlandia.

Berat badannya mulai merangkak naik, dari langsing dengan ukuran baju 10 membengkak menjadi ukuran penuh 16.

Mahasiswi 20 tahun itu pun mulai dilanda kebingungan. Meski menikmati kehidupannya sebagai mahasiswa baru, Archibald mengatakan dia tidak bisa menjelaskan tentang kenaikan berat badannya yang drastis itu.

Tapi setelah bangun di suatu pagi, ia menemukan tempat tidurnya dipenuhi puluhan bungkus makanan. Ternyata dia baru sadar bahwa semalam dirinya makan sambil masih dalam kondisi tidur.

Setelah memeriksakan dirinya ke dokter, Archibald didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut gangguan makan nokturnal.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya berjalan sambil tidur sementara juga melakukan keinginan yang ada di alam sadar mereka.

" Kondisi tersebut bukan gangguan makan, tapi masuk kategori parasomnia yakni gangguan tidur yang terjadi ketika otak orang merespons atau terstimulasi saat fase rapid eye movement(REM)," kata Archibald mengutip dokter yang memeriksanya.

" Tubuhku dipaksa lapar dan ingin makan saat tengah malam, meski aku tidak ingin," tambahnya.

Untuk mencegah dirinya 'keluyuran' cari makan, Archibald sampai harus mengunci pintu kamar tidurnya. Namun itu tidak berhasil, karena dia tetap saja bergerilya cari makan meski dalam kondisi tidur.

Archibald yang tinggal di asrama universitas ini sering bertengkar dengan teman sekamarnya, karena isi kulkas selalu berkurang dan kamar mereka penuh sampah bekas bungkus makanan.

" Teman satu kamarku menganggap aku gila. Tapi aku selalu minta maaf dan terpaksa ke toko untuk mengganti makanannya."

Archibald pernah mendapat perawatan atas 'kelainan' tidur yang dialaminya itu. Saat itu dia diberi obat yang bisa benar-benar menghilangkan nafsu makannya yang besar.

Namun seiring pertumbuhannya, Archibald mulai berhenti minum obat tersebut sehingga sepertinya kini kambuh lagi.

Selama makan sambil tidur, Archibald sangat rakus terhadap makanan berkalori dan berlemak, termasuk keripik, cokelat dan kacang-kacangan - meskipun membenci rasanya.

Teman-teman Archibald pun merasa ngeri dengan apa yang dialami Archibald. Mereka tidak bisa membayangkan jika saat tengah malam, Archibald tidur sambil memasak.

" Kami tak ingin dia membakar asrama ini," kata Ellie Harding, salah satu teman Archibald.

(Ism, Sumber: Daily Mail)

3 dari 5 halaman

Heboh Anak Masuk RS Jiwa karena Kebanyakan Les

Heboh Anak Masuk RS Jiwa karena Kebanyakan Les

Dream - Pengguna sosial media dihebohkan dengan kabar anak umur enam tahun dirawat di rumah sakit jiwa (RSJ), karena terlalu diforsir mengikuti berbagai les oleh orangtuanya.

Dalam kabar yang beredar di Twitter, Path dan Facebook, anak itu disebut dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dalam postingan itu tertulis, saking banyaknya belajar, anak ini sampai mengalami gangguan jiwa sehingga harus menemui seorang ahli kejiwaan.

Kepada tamu yang menjenguknya, gadis kecil selalu memperlihat wajah ceria, namun ia selalu menampilkan kemampuannya berhitung cepat dan berbahasa inggris.

Ia juga memperagakan cara gurunya ketika mengajar, salah satunya memberikan soal matematika dalam skala yang mudah.

Orang-orang yang datang menjenguk pun terenyuh menyaksikan kondisi si bocah. Sementara sang bunda terus menangis kondisi kejiwaaan yang dialami putrinya.

Begitu melihat bundanya bersedih, anaknya itu dengan polos berkata; " Bunda jangan menangis, aku kan sekarang sudah pintar. Tapi aku nggak mau tidur sama bunda ya. Aku maunya bobo sama dokter yang ganteng dan cantik saja."

Hingga saat ini belum diketahui kebenaran kabar itu. Tapi terlepas dari itu semua, para orangtua dapat memetik pelajaran berharga dari cerita ini. Agar tidak terlalu memforsir buah hatinya untuk melakukan suatu hal yang sifatnya memaksa. (Ism)

 

4 dari 5 halaman

Penyakit `Super-Langka`, Alergi Dicium Suami

Penyakit `Super-Langka`, Alergi Dicium Suami

Dream - Sebuah penyakit sangat langka diderita oleh perempuan asal Inggris, Kerrie Armitage. Perempuan berusia 28 tahun ini menderita penyakit aquagenic urticaria, sebuah alergi terhadap air.

Dikutip Dream dari laman Mirror.co.uk, Jumat 24 April 2015, penyakit itu mendadak muncul pada 2013, setelah sebuah ruam yang berada di tangannya pecah. Sejak itulah Armitage sangat alergi terhadap air.

Setiap kulitnya terkena air, maka dia akan memerah dan sangat gatal. Kulitnya menjadi memerah. Karena alergi ini dia harus berhenti dari pekerjaan sebagai tenaga kebersihan, karena tidak bisa terus bersentuhan dengan air yang bisa memicu reaksinya.

Armitage pun tak berani memandikan anak-anaknya. Saat mandi pun dia tak bisa lama-lama. Dia tak pernah berada di dalam kamar mandi lebih dari sepuluh menit.

Yang lebih parah, Armitage juga alergi terhadap ciuman sang suami, Peter. Jika alergi itu bereaksi, maka ciuman Peter bisa menyebabkan pipinya gatal luar biasa. " Sebab bibirnya basah, air liur bisa menyebabkan reaksi pada saya," tutur Armitage.

 Penyakit Super-Langka, Alergi Dicium Suami

Karena keanehan alergi ini, media Inggris Mirror menulis kisah Armitage dengan judul 'Perempuan alergi terhadap suaminya sendiri karena kondisi ultra-langka'. " Dia [Peter] harus memastikan bibirnya kering sebelum mencium saya," ujar Armitage.

Meski demikian, tak setiap saat Amitage alergi terhadap ciuman sang suami. Alergi itu datang pada kondisi tertentu saja. " Ini sangat tergantung pada keadaan," kata dia.

" Misalnya, jika dia mencium pada hari yang panas ketika saya rentan alergi, alergi akan bereaksi, tapi mungkin tidak jika saya berada di lingkungan yang dingin," tambah Armigate.

Alergi ini sangat mengganggu kehidupan Armigate. Sebab alergi itu selalu muncul jika badannya berkeringat. Bahkan, air mata pun bisa memicu gatal-gatal di kulitnya.

Menurut Amena Warner, konsultan kesehatan di Allergy UK, mengatakan Urtikaria juga dikenal sebagai ruam gatal-gatal. Namun bentuk Urtikaria yang sangat langka adalah yang dipicu oleh air atau yang dikenal dengan Aquagenic Urticaria.

" Pengobatan dapat membantu meredakan gejala dan seseorang harus menerima informasi dari spesialis alergi atau imunologi," ujar Warner. (Ism)

5 dari 5 halaman

Bocah Ini Dibungkus Tisu karena Derita Penyakit Kulit Langka

Bocah Ini Dibungkus Tisu karena Derita Penyakit Kulit Langka

Dream - Song Liuchen, bocah berusia 8 tahun asal Henan, Tiongkok menderita epidermolysis bullosa (EB), semacam penyakit kulit, sejak lahir.

Mereka yang menderita EB memiliki kulit sangat rapuh yang mudah lecet dan membusuk setelah disentuh.

EB adalah penyakit langka dan bayi yang didiagnosis dengan kondisi bawaan ini biasanya tidak bertahan setelah ulang tahunnya yang kedua.

 Bocah Ini Dibungkus Tisu karena Derita Penyakit Kulit Langka

Di bawah perawatan orangtuanya, Song telah berjuang dengan kondisi yang menyakitkan selama delapan tahun.

Untuk mencegah darah merembes keluar dari luka di kulitnya, ibu Song menggunakan kertas tisu untuk menutupinya.

 Bocah Ini Dibungkus Tisu karena Derita Penyakit Kulit Langka

Meskipun dalam kondisi yang menyakitkan itu, Song tetap pergi sekolah setiap hari. Di sekolah, Song termasuk siswa di atas rata-rata.

Namun, media Tiongkok baru-baru ini melaporkan bahwa kondisi anak itu memburuk dan ia membutuhkan bantuan lebih lanjut.

Staf dari pemerintah daerah dan banyak orang yang merasa iba padanya telah menyumbangkan uang. Sejak menjadi berita utama di media Tiongkok, keluarga Song telah menerima lebih dari 230.000 yuan atau sekitar Rp 460 juta.

(Sumber: stomp.com.sg)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting