Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Syeikh Al Nimr, Ulama Syiah Terancam Hukuman (theguardian,com)
Dream - Mahkamah Agung (MA) Arab Saudi menolak kasasi atas hukuman mati terhadap ulama Syiah terkemuka, Syeikh Nimr Al Nimr. Dia didakwa menyerukan aksi unjuk rasa pro-demokrasi dan ditahan pada 2012, yang memicu protes hingga menelan korban tewas sebanyak tiga orang.
Saudara Nimr, Mohammed mengatakan putusan tersebut dibacakan dalam sidang tanpa pengacara atau anggota keluarganya. Nasib Syeikh Nimr sekarang berada di tangan Raja Salman yang berwenang memberikan pengampunan.
"Kami tidak ingin apapun terjadi kepada dia atau Ali atau kepada pemuda lainnya," ujar Mohammer Al Nimr. Sejumlah pengamat politik Syiah Saudi pernah mengingatkan protes akan meluas jika eksekusi tersebut dijalankan.
Lebih dari 20 warga Syiah tewas dalam demonstrasi di provinsi bagian timur Qatif antara 2011 dan 2013, yang disebut sebagai protes terhadap diskriminasi sektarian, peran Riyadh dalam mengakhiri protes di Bahrain dan nasib masyarakat setempat yang sebelumnya ditahan.
Tiga orang tewas dalam unjuk rasa selama dua hari setelah Nimr ditahan, bersama seorang polisi. Otoritas setempat menyebut kematian terjadi setelah aksi lempat bom molotov kepada polisi, tetapi aktivis lokal menyebut hal tersebut banyak terjadi saat demonstrasi berlangsung.
Nimr merupakan salah satu pemimpin Syiah yang paling vokal di Qatif, kerap mengeluarkan kritik menyerang penguasa keluarga Al Saud dan mendorong adanya pemilihan umum. "Tetapi dia cukup berhati-hati saat berbicara mengenai kekerasan," ujar pengamat.
Itu tidak mencegah Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menuduhnya berada di balik serangan terhadap polisi, bersama tersangka lain yang telah bekerja atas nama Syiah Iran, rival dari Kerajaan Arab Saudi.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengatakan dalam wawancara degan stasiun televisi, "Eksekusi terhadap Al Nimr berarti Saudi harus mengeluarkan biaya sangat besar," ungkap dia.
Terkait pemberitaan ini, Otoritas Arab Saudi pernah mengeluh melalui konsul Inggris terkait media barat yang menyebut eksekusi Al Nimr bermuatan politik.
Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris David Cameron, berharap eksekusi terhadap Al Nimr tidak jadi dijalankan.
Sumber: theguardian.com
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
