Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Masjid Nabawi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Di banyak literatur sejarah Islam, disebutkan Rasulullah menjalankan hijrah dengan keluar dari Mekah. Kota yang dituju adalah Yatsrib.
Setiba di Yatsrib, Rasulullah segera membangun kota itu. Termasuk pula mengubah namanya menjadi 'Madinah Al Munawwaroh' yang berarti 'Kota yang Bercahaya'.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dijelaskan Rasulullah pernah bermimpi hijrah dari Mekah ke daerah yang banyak pohon kurmanya. Rasulullah sempat mengira daerah itu adalah Yamamah atau Hajar.
Dugaan Rasulullah ternyata keliru. Allah memerintahkan Rasulullah untuk hijrah menuju sebuah daerah yang dikenal dengan nama Yatsrib.
Lantas, apa yang menjadi sebab Yatsrib yang kemudian dikenal dengan Madinah dipilih menjadi tujuan hijrah Rasulullah?
Dikutip dari NU Online, pakar tafsir Alquran, Dr Quraish Shihab, membahas hal ini dalam bukunya berjudul Membaca Sirah Nabi Muhammad dalam Sorotan Alquran dan Hadits-hadits Shahih. Quraish menyebutkan ada empat sebab mendasar dipilihnya Madinah.
Sebab pertama, Madinah lama dihuni oleh suku yang terkenal dengan sikap ramahnya yaitu Aus dan Khazraj. Dua suku ini berasal dari Yaman yang penduduknya memiliki budi pekerti yang halus dan berperasaan lembut.
Rasulullah SAW bersabda kepada para sahabat ketika dikunjungi rombongan dari Yaman, " Penduduk Yaman datang kepadamu. Mereka itu lembut hati dan halus perasaan."
Sebab ke dua, masyarakat Madinah punya pengalaman berperang yang banyak. Meski berperasaan halus, Suku Aus dan Khazraj serta masyarakat Yahudi setempat tidak pernah bisa damai dan sering terlibat peperangan.
Sebelum kedatangan Rasulullah, sedikitnya ada 10 perang besar antar suku di Madinah. Mulai dari Perang Samir dan berakhir dengan Perang Bu'ats.
Setiba Rasulullah di sana, para penduduk Madinah memutuskan berdamai. Mereka tidak lagi mau berperang. Pengalaman perang inilah yang menjadi bekal bagi penyebaran ajaran Islam.
Sebab ke tiga, ikatan darah antara Rasulullah dengan penduduk Madinah. Ketika masih kecil, Rasulullah pernah diajak ibunda Aminah pergi ke Madinah untuk berziarah ke makam ayahanda Abdullah bin Abdul Mutholib. Juga diajak berkunjung Bani Najjar yang merupakan keluarga besar Rasulullah di Madinah.
Sedangkan sebab ke empat, letak Madinah yang sangat strategis. Sisi timur dan barat Madinah adalah kawasan perbukitan terjal dengan batuan yang keras. Kondisi ini membuat musuh sulit masuk.
Hanya sisi utara Madinah yang terbuka. Kondisi inilah yang membuat Salman Al Farisi mengusulkan pembangunan parit dalam Perang Khandaq untuk mencegah musuh agar tidak masuk ke kota.
Sumber: NU Online
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan