Mahar Terlalu Mahal, Pria Tembak Mati Tunangan

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 7 April 2015 10:30
Mahar Terlalu Mahal, Pria Tembak Mati Tunangan
Ketika hari masih subuh, ia menyerbu rumah tunangannya sambil membawa senapan AK-47.

Dream - Seorang pria menembak mati tunangan dan 9 anggota keluarga perempuan itu di distrik Charsadda, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan pada Minggu 5 April 2015.

Peristiwa itu terjadi tepat enam bulan setelah pelaku yang sama membunuh orangtuanya dan dua saudara sendiri karena menolak membayarkan mahar untuknya.

Tersangka berusia 25 tahun, yang menurut laporan bernama Gul Ahmed Said, melakukan serangan fajar ke rumah mantan tunangannya yang terletak di Dado Killay, Tangi Tehsil dengan menembak membabi-buta menggunakan senapan AK-47.

" Dia menyerbu rumah tersebut dan membantai 10 anggota keluarga, termasuk mantan tunangannya, saat mereka sedang tidur. Pelaku kemudian kabur dan saat ini menjadi buron pihak berwajib," kata kepala polisi distrik Shafiullah Khan.

Khan menambahkan, di antara para korban terdapat dua anak-anak dan empat wanita, termasuk sang tunangan Naveeda Bibi.

Sumber polisi mengatakan pelaku telah membunuh orang tua dan dua saudaranya karena menolak membayarkan mahar yang dirasa terlalu mahal enam bulan yang lalu.

Pelaku juga marah terhadap calon mertuanya karena minta mahar yang mahal sehingga pernikahannya dengan Naveeda gagal. Pelaku masih sepupu dengan Naveeda, kata Gulzar Khan, polisi lainnya.

Polisi mengatakan mereka telah melancarkan pencarian ekstensif, dengan menggerebek tiga tempat yang dicurigai sebagai persembunyian pelaku dan melakukan penjagaan ketat di titik-titik masuk wilayah suku tetangga di mana ia mungkin mencoba untuk mencari perlindungan.

Pernikahan di Pakistan biasanya diatur, dan sering terjadi antara sepupu. Keluarga pengantin 'kadang-kadang menuntut mahar yang besar dan mahal sebagai jaminan jika pernikahan berakhir dengan perceraian.

(Sumber: Nation.com, The Telegraph)

Beri Komentar